Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kapal Kandas di Pelabuhan Gilimanuk, Sopir Truk Terjebak Antrean Berjam-jam
Advertisement . Scroll to see content

Ayah di Gianyar Bali Perkosa Putri Kandungnya sejak SD hingga Hamil

Rabu, 16 Januari 2019 - 12:15:00 WIB
Ayah di Gianyar Bali Perkosa Putri Kandungnya sejak SD hingga Hamil
Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denni Septiawan memaparkan, kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang ayah kepada putrinya di Mapolres Gianyar, Bali, Rabu (16/1/2019). (Foto: iNews/Nyoman Astana)
Advertisement . Scroll to see content

GIANYAR, iNews.id – Seorang ayah di Kabupaten Gianyar, Bali, tega memerkosa putri kandungnya yang masih di bawah umur sejak Sekolah Dasar (SD). Aksi bejatnya terjadi berulang kali hingga korban yang masih di bawah umur hamil. Kasus ini baru terungkap saat korban akan menggugurkan kandungannya di rumah sakit.

Akibat perbuatannya tersebut, I Gusti Ngurah Raka Putra alias Gusti Tamat (54), warga Bajar Siyuit, Desa Tulikup Gianyar, ditangkap petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Gianyar, Rabu (16/1/2019). Ayah bejat itu langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada petugas, tersangka I Gusti Tamat mengakui perbuatannya pada anak bungsunya AMS (16), yang masih duduk di bangku SMK. Tersangka tidak membantah telah memerkosa anak yang seharusnya dia lindungi, sejak masih duduk di bangku SD. Persetubuhan di bawah ancaman itu terjadi berulang kali hingga akhirnya korban hamil.

Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denni Septiawan memaparkan, kasus ini terungkap saat korban yang diantar ibu kandungnya I Gusti Ayu Wati berencana menggugurkan kandungan untuk menyembunyikan aib keluarga. Upaya itu gagal. Ibu korban akhirnya memilih melaporkan aksi bejat suaminya ke polisi.

“Tersangka dikenal sangat keras kepada keluarganya di rumah, baik kepada istri dan anaknya. Karena itu, ketika tersangka melakukan perbuatannya kepada anaknya, tidak ada perlawanan karena korban berada di bawah ancaman,” papar Denni Septiawan.
 
Sementara tersangka I Gusti Ngurah Raka Putra alias Gusti Tamat mengaku menyesali perbuatan bejatnya kepada sang putri. “Sekarang saya merasa sangat meyesali perbuatan saya. Saya memohon maaf kepada keluarga, terutama anak dan istri saya,” katanya.

Akibat ulahnya, tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal 15 tahun ditambah sepertiganya. Tidak hanya itu, tersangka juga bakal dikenakan sanksi adat terberat, berupa pengusiran dari desanya. Sebab, perbuatannya telah membuat aib bagi lingkungan.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut