Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Rumah di Bukittinggi, Lansia Tewas Terjebak Api saat Selamatkan Emas
Advertisement . Scroll to see content

160 Titik Rawan Karhutla di Bangka Barat, Kecamatan Mentok Mendominasi

Kamis, 15 Agustus 2024 - 13:32:00 WIB
160 Titik Rawan Karhutla di Bangka Barat, Kecamatan Mentok Mendominasi
Kebakaran melanda kawasan Hutan Wisata Alam Bukit Kukus di Desa Air Belo, Bangka Barat, Bangka Belitung pada Rabu (14/8/2024).  (Foto: Oma Kisma).
Advertisement . Scroll to see content

BANGKA BARAT, iNews.id - Sebanyak 160 titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Potensi paling rawan berada di Kecamatan Mentok dengan jumlah titik api terbanyak.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama mengatakan telah menyiapkan sejumlah armada untuk mengantisipasi kebakaran, salah satunya mobil pikap yang dimodifikasi.

"Potensi yang paling rawan berada di Kecamatan Mentok, dengan jumlah titik api terbanyak dibandingkan kecamatan lain. Kami telah mengidentifikasi 160 titik di seluruh kecamatan, dengan konsentrasi terbesar di Mentok," katanya, Kamis (15/8/2024).

Dengan banyaknya titik rawan karhutla, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat juga telah memberikan pelatihan kepada para relawan pemadam kebakaran (Balakar) di setiap desa di daerah itu. 

"Dengan adanya Balakar, kita dapat mengatasi kondisi awal terjadinya kebakaran. Sehingga lebih cepat diantisipasi," ucapnya. 

Selain itu, kata dia, pihaknya akan memberikan imbauan ke seluruh kecamatan. Sebab, kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lama.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Sebab perkiraan BMKG sampai pertengahan 2024 musim kemarau ini, jadi cukup panjang," ucapnya. 

Sidarta juga meminta masyarakat tidak membakar yang tidak perlu. Seandainya membuka lahan atau membakar sampah harus ditunggu, supaya api tidak meluas.

"Kemudian jangan membuang puntung rokok sembarangan. Dengan kondisi angin kencang dan panas ekstrem ini, sangat riskan sekali terjadi kebakaran hutan," katanya. 

Editor: Ikhsan Firmansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut