Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gelombang Tsunami Terjang Sulut Dampak Gempa Besar, Ketinggian Bervariasi
Advertisement . Scroll to see content

Terpapar Gas Beracun, 531 Warga Aceh Timur Harus Mengungsi 

Senin, 28 Juni 2021 - 17:55:00 WIB
Terpapar Gas Beracun, 531 Warga Aceh Timur Harus Mengungsi 
Sebanyak 112 kepala keluarga (KK) dari 531 jiwa warga Desa Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, harus mengungsi ke Kantor Camat, Senin (28/6/2021). Seluruh warga terpapar gas beracun. Foto: Antara
Advertisement . Scroll to see content

BANDA ACEH, iNews.id - Ratusan warga dari Desa Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, harus mengungsi karena terpapar gas beracun yang diduga berasal dari sumur Aleu Siwah-11 milik PT Medco E&P Malaka. Total 112 kepala keluarga (KK) dari 531 jiwa sudah mengungsi ke Kantor Camat.

Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi, mengatakan, ratusan warga terpapar gas beracun hingga dua diantaranya yaki, Della Puspita (16) dan Jamilah (43) harus dirujuk ke RSUD Zubir Makmud Idi. Hingga kini tim masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan warga terpapar gas beracun tersebut.

"Tim juga sudah di lokasi dan upaya sementara kita dirikan dua tenda," kata Ashadi, Senin (28/6/2021).

VP Relations and Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi menyebutkan, perusahaan telah mengukur kadar gas di pemukiman warga dan lokasi sumur pada minggu (27/6/2021) malam. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya bau gas karena perusahaan tidak beraktivitas.

Arif menegaskan, Medco E&P terus memonitor aktivitas operasi dan mencari sumber bau tersebut timbul berkoordinasi dengan instansi terkait. Sedangkan warga mengeluhkan bau gas yang diduga berasal dari Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan BPMA dan aparat terkait serta berharap dukungan masyarakat, pemerintah serta pemangku kepentingan agar operasi Perusahaan dapat berjalan aman,” ujar Arif.

Editor: Erwin C Sihombing

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut