Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demi Bersekolah, Anak-Anak Seberangi Sungai Pakai Tali
Advertisement . Scroll to see content

Jembatan Putus, Puluhan Siswa SD di Aceh Barat Nekat Seberangi Sungai

Senin, 08 Juni 2026 - 19:41:00 WIB
Jembatan Putus, Puluhan Siswa SD di Aceh Barat Nekat Seberangi Sungai
Perjuangan siswa SD di Aceh Barat menyeberangi sungai demi ke sekolah akibat jembatan satu-satunya putus diterjang banjir bandang. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

ACEH BARAT, iNews.id - Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Alue Lhok di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai berarus deras setiap hari hanya untuk bisa menuntut ilmu di sekolah. 

Perjuangan berat yang harus dilalui para murid sekolah dasar ini terjadi sejak jembatan gantung vital yang menghubungkan Gampong (Desa) Canggai dan Gampong Jambak putus diterjang banjir bandang sekitar enam bulan lalu. Sejak saat itu, akses mobilitas darat warga dan anak-anak sekolah lumpuh.

Saat musim kemarau tiba dan debit air sungai mulai menyusut, para siswa didampingi orang tua mereka memilih untuk langsung berjalan kaki menerjang arus sungai. 

Jalur alternatif darurat yang bisa dilalui para siswa, yaitu dengan memanfaatkan seutas lintasan darurat dari dua utas tali kabel bekas jembatan. Namun, jika memilih jalur itu, anak-anak harus berjalan kaki ekstra jauh dengan mengelilingi perbukitan yang terjal sejauh kurang lebih dua kilometer. 

Siswi kelas V SDN Alue Lhok, Syafira Adelia mengakui menyeberangi sungai adalah pilihan tersulit yang terpaksa mereka ambil setiap pagi demi bisa tetap bersekolah.

Kondisi jauh lebih pelik harus dihadapi oleh para orang tua murid yang mengendarai kendaraan. Bagi warga yang memiliki sepeda motor, perjalanan mengantar anak ke sekolah harus memutar jalur darat sejauh lima kilometer. Sementara untuk kendaraan roda empat, aksesnya jauh lebih ekstrem karena harus memutar melewati Desa Lango dengan jarak tempuh mencapai 11 kilometer.

Kondisi ini dibenarkan oleh salah satu orang tua murid, Muhammad Idrus, serta Kepala SDN Alue Lhok, Amir. Pihak sekolah sendiri mengaku selalu dilingkupi rasa cemas atas keselamatan para anak didiknya.

"Dari pihak sekolah sebenarnya sudah berulang kali melarang para siswa untuk menyeberangi sungai karena taruhannya nyawa. Namun, karena jalur alternatif darat dinilai terlalu jauh dan melelahkan bagi anak-anak, kami tetap memilih mengantarkan anak mereka menerobos sungai agar lebih cepat sampai ke sekolah," ungkap Amir, Senin (8/6/2026).

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perbaikan jembatan dari instansi terkait. Warga setempat dan pihak sekolah sangat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat maupun Pemerintah Provinsi Aceh segera turun tangan membangun kembali jembatan gantung yang hancur tersebut.

Pembangunan kembali jembatan ini dinilai sangat mendesak, bukan hanya demi menjamin keselamatan serta masa depan akses pendidikan anak-anak pelosok, melainkan juga untuk menghidupkan kembali urat nadi perekonomian masyarakat di pedalaman Aceh Barat yang kini terisolasi.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut