Pertama Dalam Sejarah, BMW Cuma Recall Satu Unit Motor karena Masalah Lampu Sein
JAKARTA, iNews.id – BMW Motorrad melakukan penarikan kembali (recall) yang sangat tidak biasa terhadap motor sport BMW S 1000 RR. Uniknya, penarikan kembali ini hanya melibatkan satu unit kendaraan, akibat potensi kerusakan sakelar lampu sein.
Kasus tersebut terungkap setelah laporan keselamatan yang diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Masalahnya berasal dari komponen sakelar kombinasi di sisi kiri motor yang berpotensi tidak berfungsi dengan benar.
Dilnsir dari Carscoops, Kerusakan itu terjadi akibat cacat produksi dari pemasok komponen. Jika masalah muncul saat pengendara menyalakan lampu sein, sistem dapat memicu kondisi yang disebut sinyal ganda.
Dalam kondisi tersebut, lampu sein menyala sesaat lalu langsung mati. Hal ini bisa membuat pengendara mengira lampu sein sudah aktif, padahal sebenarnya tidak menyala lagi.
Situasi itu berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Lampu sein merupakan komponen penting untuk memberi sinyal kepada pengguna jalan lain saat pengendara hendak berbelok atau berpindah jalur.
Investigasi menunjukkan masalah berasal dari proses produksi komponen yang dilakukan pemasok. Kesalahan tersebut berkaitan dengan pengerjaan ulang peralatan produksi yang tidak sesuai standar.
Komponen yang terdampak diproduksi oleh Sensata Technologies Holland. Kesalahan peralatan produksi tersebut menyebabkan sejumlah kecil sakelar tidak memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.
Masalah ini terdeteksi lebih awal berkat proses kontrol kualitas yang dilakukan BMW. Pada Januari 2026, perusahaan menemukan tingkat kegagalan sakelar yang tidak biasa selama pengujian fungsional di akhir jalur produksi.
Setelah temuan tersebut, tim insinyur BMW langsung melakukan investigasi. Mereka meninjau catatan produksi pemasok dan menahan pengiriman unit yang diduga terdampak sampai proses pengujian selesai.
Hasil analisis produksi kemudian menunjukkan bahwa hanya satu unit motor yang kemungkinan menggunakan komponen cacat tersebut.
Pada 19 Februari 2026, BMW memutuskan melakukan penarikan kembali secara sukarela. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keselamatan pengguna.
Solusi yang diberikan juga relatif sederhana. BMW hanya perlu mengganti sakelar kombinasi pada motor tersebut dengan komponen baru yang memenuhi standar.
Namun ada fakta menarik dari kasus ini. Motor yang terdampak ternyata belum sempat dikirim ke konsumen. Artinya, sebelum sampai ke tangan pembeli, komponen yang bermasalah sudah diganti terlebih dahulu oleh pihak pabrikan.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana sistem pengawasan manufaktur modern bekerja dengan sangat ketat. Bahkan potensi masalah yang hanya berdampak pada satu unit kendaraan tetap ditangani secara serius oleh produsen.
Meski terkesan unik karena hanya melibatkan satu kendaraan, langkah BMW menunjukkan standar keselamatan tinggi yang mereka terapkan di industri otomotif.
Editor: Dani M Dahwilani