Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nyaris Rp1 Miliar! Harley-Davidson Hydra-Glide Revival Jadi Rebutan Kolektor di IIMS 2026
Advertisement . Scroll to see content

Kalah di Pengadilan, Harley-Davidson Harus Bayar Rp4,5 Triliun ke Korban Kecelakaan

Jumat, 23 Agustus 2024 - 14:09:00 WIB
Kalah di Pengadilan, Harley-Davidson Harus Bayar Rp4,5 Triliun ke Korban Kecelakaan
Harley-Davidson kalah dalam pengadilan dan harus mengeluarkan uang triliunan rupiah setelah dinyatakan bersalah dalam sebuah gugatan. (Foto: Harley-Davidson)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Brand motor gede (moge) asal Amerika Serikat (AS), Harley-Davidson terjerat kasus hukum. Mereka kalah dalam pengadilan dan harus mengeluarkan uang triliunan rupiah setelah dinyatakan bersalah dalam sebuah gugatan.

Dilansir dari Rideapart, Jumat (23/8/2024), kasus ini bermula pada 2020, ketika sepasang kekasih, Harold Morris dan Pamela SinClair berboncengan menggunakan Harley-Davidson Tri Glide. Ini merupakan motor roda tiga yang dikeluarkan pabrikan asal AS itu.

Keduanya mengalami kecelakaan di dekat perbatasan New York, Pennsylvania. Morris mengalami luka-luka sementara SinClair tewas.

Setelah kecelakaan itu, Morris dan pihak SinClair melayangkan gugatan kepada Harley-Davidson. Mereka mengungkapkan kecelakaan tersebut terjadi karena sistem kontrol traksi yang buruk sehingga membuat pengendara kehilangan kendali. 

Setelah melalui proses panjang, kasus tersebut baru selesai dan dan dimenangkan Morris serta SinClair. Hakim juga mengabulkan gugatan ganti rugi terhadap Harley-Davidson sebesar 287 juta dolar AS atau setara Rp4,5 triliun.

Meski berhasil memenangkan gugatan, Morris menegaskan perjuangannya ini bukan sekadar tentang uang. Menurutnya, ini akan menjadi pembelajaran bagi Harley-Davidson dan seluruh produsen sepeda motor untuk memastikan keamanan pada produk yang dipasarkannya.

“Uangnya memang besar, tapi jangan salah paham. Tetapi alasan utama gugatan tersebut adalah kami ingin meminta pertanggungjawaban Harley-Davidson. Saya tidak ingin pemilik Harley lain mengalami apa yang saya alami selama empat tahun terakhir,” kata Morris dikutip dari Rideapart.

Pengacara Morris dan SinClair berhasil berargumen Harley mengambil jalan pintas untuk memasarkan sepeda motor roda tiganya, termasuk yang berkaitan dengan sistem kontrol traksinya. 

Harley tidak merilis berapa banyak sepeda roda tiga yang dibuatnya. Jadi tidak jelas berapa banyak sepeda roda tiga yang mungkin terkena dampak masalah tersebut.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut