IMI Setuju Sepeda Motor Masuk Jalan Tol, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id – Pro kontra sepeda motor bisa masuk jalan tol kembali jadi perbincangan hangat warganet. Sebelumnya, komunitas Motor Besar Club Indonesia (MBCI) meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar sepeda motor berkapasitas besar diperbolehkan masuk jalan bebas hambatan.
Menyikapi itu, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung usulan tersebut. Namun, dia ingin semua jenis sepeda motor bisa menikmati jalan tol, dengan syarat terpisah dengan kendaraan roda empat atau lebih.
“Saya sudah berbicara banyak dengan Menteri PUPR agar semua motor bisa masuk tol. Jadi, kementerian juga sudah meminta kami dari IMI, untuk membuat kajian jalan tol yang kanan-kiri masih lebar, bisa dibangun jalan khusus bagi motor, terpisah,” kata Bamsoet saat ditemui di Jakarta Pusat, Minggu (12/3/2023).
Menurutnya, sangat memungkinkan mewujudkan itu karena masih ada banyak ruang kosong di pinggir jalan tol untuk dibagun jalur khusus sepeda motor. Bamsoet mengatakan itu akan mempermudah mobilitas masyarakat.
“Ini penting juga bagi kesetaraan masyarakat bagi yang belum mampu beli mobil bisa merasakan. Bagi mereka yang baru menikah, baru lulus sekolah, pasti mereka belum mampu beli rumah di kota. Mereka akan membeli rumah BTN atau sewa di Depok, Bekasi, Karawaci. Mereka setiap hari harus berjuang berangkat dari rumah jam 4 pagi,” ujarnya.
Melihat hal tersebut, Bamsoet dengan tegas menyatakan dirinya siap mengambil proyek pembangunan jalan tol khusus motor. Menurutnya, dari segi bisnis, hal tersebut juga sangat menjanjikan.
“Saya sebagai pelaku bisnis, melihat ini juga sebagai peluang. Makanya saya tantang Menteri PUPR saya berani ambil konsesi jalan tol Jagorawi, Karawaci, atau yang masih memungkinkan jalur motor dan sepeda,” katanya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR sejak 15 Januari 2018 hingga 30 September 2019 itu menegaskan berdasarkan aturan, itu sudah sangat memungkinkan. Sebab, sudah ada contoh seperti di tol jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) dan tol Mandara di Bali.
“Secara peraturan pemerintah sudah memungkinkan, contohnya tol Mandara di Bali. Di sana tingkat kecelakaannya nol, tidak ada yang berat. Paling lecet-lecet dikit senggolan motor,” ujar Bamsoet.
Dia juga menegaskan dengan jalan tol khusus motor juga akan mengurai kemacetan dan mengurangi tingkat kematian akibat kecelakaan roda dua. Selain itu, jarak tempuh ke Jakarta dari kota-kota penopang juga akan lebih cepat.
Editor: Ismet Humaedi