Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger, Elon Musk Ngaku Tak Bahagia meski Berharta Rp14.300 Triliun Lebih
Advertisement . Scroll to see content

Tesla Cybercab Produksi Pertama Meluncur, Elon Musk: Harga di Bawah Rp500 Jutaan

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:09:00 WIB
Tesla Cybercab Produksi Pertama Meluncur, Elon Musk: Harga di Bawah Rp500 Jutaan
Elon Musk memastikan harga jual Cybercab di angka 30.000 dolar AS atau setara Rp480 jutaan, tergantung kurs. (Foto: X Tesla)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idMobil otonom Tesla Cybercab mencatat tonggak penting setelah unit pertamanya telah masuk jalur produksi di Texas, Amerika Serikat (AS). Kabar ini memicu spekulasi besar, terutama karena jadwal tersebut disebut lebih cepat dari proyeksi awal.

Pabrikan mobil listrik asal AS itu mengumumkan contoh produksi pertama Cybercab telah rampung pada 17 Februari di fasilitas Gigafactory Texas. Momen tersebut memperlihatkan tim internal Tesla berfoto mengelilingi kendaraan futuristis tersebut.

Meski belum ada jadwal resmi produksi massal, langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat keseriusan Tesla. Sebelumnya, CEO Tesla, Elon Musk, sempat mengindikasikan proses manufaktur baru akan dimulai pada April.

Jika mengacu pada pernyataan sebelumnya, kemunculan unit produksi pada Februari menjadi kejutan tersendiri. Namun, besar kemungkinan kendaraan tersebut masih tahap produksi percobaan, bukan unit siap kirim ke konsumen.

Terlepas dari statusnya, pencapaian ini tetap menjadi kemajuan signifikan bagi Tesla. Apalagi perusahaan kerap mendapat sorotan terkait perubahan jadwal peluncuran produk di masa lalu.

Cybercab sendiri dirancang sebagai kendaraan otonom murni tanpa roda kemudi dan pedal. Konsep ini menjadikannya berbeda dari model Tesla lainnya yang masih mempertahankan kontrol manual.

Taruhan Publik dan Harga Resmi

YouTuber teknologi ternama, Marques Brownlee atau MKBHD pada 2024, menyatakan akan mencukur rambutnya jika Tesla berhasil meluncurkan Cybercab sebelum 2027 dengan harga di bawah 30.000 dolar AS.

Setelah pengumuman unit pertama keluar dari jalur produksi, meme bergambar versi botak MKBHD langsung ramai beredar di platform X. Elon Musk bahkan merespons salah satu unggahan tersebut dengan komentar santai bertuliskan, “Akan terjadi ????”.

Dalam percakapan terpisah, Musk juga memastikan Tesla tetap menargetkan harga jual Cybercab di angka 30.000 dolar AS atau kurang. Jika dikonversi kasar, nilainya setara sekitar Rp480 jutaan, tergantung kurs.

Meski terdengar menjanjikan, jalan Cybercab menuju pasar belum sepenuhnya mulus. Kendaraan ini dirancang sebagai mobil otonom sepenuhnya tanpa intervensi manusia, sebuah konsep yang masih menantang regulasi di banyak negara bagian Amerika Serikat.

Standar keselamatan kendaraan federal di AS masih berasumsi adanya pengemudi manusia. Kerangka kerja asuransi pun belum sepenuhnya siap untuk kendaraan tanpa roda kemudi dan pedal.

Badan seperti National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) kemungkinan harus memberikan pengecualian khusus terhadap sejumlah aturan. Selain itu, masing-masing negara bagian dapat memiliki regulasi berbeda terkait operasional kendaraan otonom di jalan raya.

Tesla sendiri sempat memberi sinyal kemungkinan menghadirkan kembali roda kemudi dan pedal apabila aturan mewajibkannya. Langkah tersebut bisa menjadi kompromi strategis demi mempercepat proses legalisasi.

Melalui unit pertama yang telah keluar dari jalur produksi, Tesla menunjukkan progres konkret. Namun, produksi massal dan distribusi global masih membutuhkan kesiapan teknologi, infrastruktur, hingga kepastian hukum.

Pertanyaannya kini, mampukah Tesla benar-benar menjual Cybercab sebelum 2027 dengan harga di bawah 30.000 dolar AS? Jika target tersebut tercapai, bukan hanya industri otomotif yang terguncang, tetapi juga taruhan publik yang ikut menjadi sorotan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut