Terungkap, Ada 91 Perusahaan Rakit Kendaraan Listrik di Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Industri perakitan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Terdapat 91 perusahaan merakit kendaraan listrik di Indonesia.
Masing-masing sembilan perusahaan memproduksi bus listrik, 14 perusahaan merakit mobil listrik, dan 68 perusahaan membangun motor listrik (roda dua dan roda tiga). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat total investasi di sektor ini mencapai Rp25,67 triliun.
Untuk kendaraan jenis bus listrik, sembilan perusahaan yang beroperasi memiliki kapasitas produksi mencapai 4.100 unit per tahun. Nilai investasi pada segmen ini mencapai Rp0,386 triliun.
Pada kategori mobil listrik, terdapat 14 perusahaan dengan kapasitas produksi sebesar 408.560 unit per tahun. Investasi di sektor mobil listrik menjadi yang terbesar, yakni mencapai Rp24,131 triliun.
Adapun untuk kendaraan roda dua dan roda tiga listrik, jumlah perusahaan paling banyak, yakni 68 perusahaan. Kapasitas produksinya mencapai 2,51 juta unit per tahun dengan total investasi sebesar Rp1,157 triliun.
"Data ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Selain memperkuat industri dalam negeri, pengembangan kendaraan listrik juga diharapkan mampu mendukung target transisi energi serta menekan emisi karbon," ujar Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Patia Jungjungan Monangdo.
Dia menyebutkan dengan kapasitas produksi yang terus meningkat dan investasi yang besar, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
Di sisi lain, peta pasar kendaraan bermotor roda empat di Indonesia mengalami perubahan besar dalam 5 tahun terakhir. Pada 2021, kendaraan ICE masih menguasai 99,64 persen pangsa pasar dengan penjualan mencapai 884.009 unit. Namun, pada 2025, angkanya turun tajam menjadi 78,29 persen atau 629.194 unit, menandai pergeseran preferensi konsumen yang semakin nyata.
"Di sisi lain, kendaraan ramah lingkungan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hybrid Electric Vehicle (HEV) melonjak dari hanya 0,28 persen pada 2021 menjadi 8,13 persen di 2025, dengan volume penjualan naik drastis menjadi 65.323 unit," Patia Jungjungan.
Dia menegaskan lonjakan paling mencolok terjadi pada mobil Battery Electric Vehicle (BEV). Jika pada 2021 pangsa pasarnya baru 0,08 persen dengan penjualan 685 unit,pada 2025 BEV melesat ke 12,93 persen atau 103.931 unit. Tren ini memperlihatkan akselerasi mobil listrik murni di pasar domestik.
Editor: Dani M Dahwilani