Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siap-Siap, Kemenhub bakal Razia Truk ODOL Mulai Pekan Depan di 5 Titik
Advertisement . Scroll to see content

Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Indonesia Akan Tiru Jepang

Jumat, 22 Agustus 2025 - 10:28:00 WIB
Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Indonesia Akan Tiru Jepang
Pemerintah berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia dengan meniru sistem keselamatan di Jepang. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia dengan meniru sistem keselamatan di Jepang. Sebab, angka kecelakaan di Tanah Air setiap tahunnya mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Korlantas Polri, jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan sebanyak 25.266 orang pada 2021, 27.531 orang sepanjang 2022, dan 27.895 orang pada 2023. Sebab itu, diperlukan cara konkret untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan, sangat penting mengetahui dampak kecelakaan yang terjadi karena akan timbul masalah sosial budaya. Dari kecelakaan bisa menimbulkan kemiskinan.

"Karena setiap 1 jam data di kita ada 3 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, itu di darat, belum dari laut menyumbang, kereta juga sama. Dari darat menyumbang 3 orang meninggal per jam," kata Aan di kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Aan mengatakan kasus meninggal dunia akibat kecelakaan berpotensi menyebabkan kemiskinan struktural. Berdasarkan data yang ada saat ini, sebagian besar korban meninggal dunia adalah kepala keluarga.

"Kalau meninggal bapak dari anak-anak itu, anaknya jadi yatim, kalau ibu-bapak meninggal jadi yatim piatu. Berpotensi jadi kemiskinan. Makanya Kemenhub lagi menyusun beberapa kegiatan terkait gimana membangun kendaraan berkeselamatan," ujarnya.

Sebab itu, Kemenhub berupaya meniru sistem keselamatan di Jepang untuk diterapkan di Indonesia. Aan mengatakan orang-orang di negeri Sakura sangat menekankan keselamatan lalu lintas sejak usia dini.

"Kita punya program usia dini terkait keselamatan. Kalau belajar dari Jepang, di Jepang itu hampir nggak ada penegakan hukum, ngga ada kamera ETLE di Jepang, mereka coba menanamkan masalah keselamatan sejak usia dini, dari TK, sekolah sampai SD terus diberikan pemahaman terkait keselamatan lalin gimana menaati aturan lalu lintas dan itu berhasil," katanya.

Disampaikan Aan, Jepang merupakan salah satu negara yang berhasil menekan tingkat fatalitas kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Pada 2021, ada 2.500 orang meninggal di Jepang, sementara di Indonesia ada lebih dari 27.000 kematian.

Selain dari Jepang, Aan juga membandingkan dengan sistem keselamatan yang ada pada Eropa. Menurutnya, penegakkan hukum yang sangat ketat sehingga tidak ada pengguna jalan yang berani melanggar aturan lalu lintas.

"Kita punya perbandingan Eropa mereka lebih ke penegakan hukum sehingga pengguna jalan tertib. Kita kombinasi menyasar usia dini, ada program dan juga gimana melakukan penegakan hukum yang memberi efek jera. Sehingga keselamatan bisa dijamin untuk pengemudi dan pengguna jalan. Terpenting saya ingin masyarakat kita pahami gimana pentingnya keselamatan lalu lintas," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut