Tak Ada Nama Esemka di Daftar Peserta GIIAS 2023, Kenapa?
JAKARTA, iNews.id - Banyak merek baru yang akan meramaikan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di ICE BSD City, Tangerang, pada 10-20 Agustus mendatang. Namun, dari 30 brand mobil yang akan meramaikan pameran tidak ada nama Esemka.
Kenapa? Esemka yang berstatus sebagai brand swasta nasional terakhir mengikuti pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, pada Februari lalu. Kehadirannya menarik perhatian karena sejak namanya dielu-elukan sempat tenggelam.
Di IIMS 2023, PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) memamerkan Bima pikap dan kendaraan listrik Bima EV. Bahkan, penjualan mobil listrik untuk kendaraan niaga itu diklaim cukup memuaskan.
Sayang, dalam daftar sementara peserta GIIAS 2023 tidak ada nama Esemka. Padahal, ajang ini dapat dijadikan wadah promosi untuk menjangkau konsumen lebih luas mengingat pameran otomotif tahunan ini juga jadi perhatian dunia.
"Enggak, (Esemka) gak ada kontek kita. Belum ada komunikasi," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi di Jakarta, Rabu (24/5/2023).
Sekadar informasi, GIIAS 2023 diikuti lebih banyak merek. Untuk Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan penumpang ada Audi, BMW, Chery, Citroen, Daihatsu, DFSK, Haval, Honda, Hyundai, KIA, Lexus, Mazda, Mercedez-Bens, MG, MINI, Mitsubishi Motors, Neta, Nissan, Ora, Porsche, Subaru, Suzuki, Tank, Toyota, VW, Wuling, dan dari kendaraan komersial hadir Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Toyota Komersial, dan UD Trucks.
Tiga merek Karoseri juga hadir pada GIIAS 2023, yaitu Adiputro, Laksana, dan Tentrem. Sementara ada 14 Agen Pemegang Merek (APM) sepeda motor yang dipastikan meramaikan GIIAS 2023, adalah Astra Honda Motor (AHM), Aprilia, Benelli, Exotic, Harley Davidson, Ion Mobility, Keeway, Motoguzzi, Pacific, Piaggio, Polytron, Royal Enfield, Segway, dan Vespa. Selain itu, terdapat 100 merek peserta industri pendukung yang memastikan siap berpartisipasi dalam penyelenggaraan GIIAS 2023 The Series.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi Eddy Wirajaya mengatakan pihaknya ingin mengikuti semua pameran. Namun, biaya yang besar menjadi ganjalan utama mereka hadir dalam gelaran otomotif berskala internasional.
“Saat ini saya ingin ikut semua, tapi kan kita orang bisnis juga harus menghitung. Bikin booth mahal banget, beli tempat di sini ternyata mahal. Saya juga nggak nyangka bisa semahal ini. Remeh temehnya yang bikin mahal itu,” kata Eddy di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Editor: Dani M Dahwilani