Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 105.000 Unit Mobil Impor India Serbu Indonesia, Bagaimana Nasib Otomotif Dalam Negeri?
Advertisement . Scroll to see content

Soroti Rencana Impor Kendaraan dari India, Gaikindo Nilai Industri Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:17:00 WIB
Soroti Rencana Impor Kendaraan dari India, Gaikindo Nilai Industri Lokal Mampu Penuhi Kebutuhan
Menyoroti rencana impor kendaraan dari India, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai industri lokal mampu penuhi kebutuhan. (Foto:
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Industri otomotif nasional menyoroti rencana impor kendaraan niaga dari India. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai pabrikan dalam negeri memiliki kapasitas memadai memenuhi kebutuhan kendaraan komersial, khususnya segmen pick-up.

Gaikindo mengungkapkan industri otomotif nasional masih memiliki ruang besar untuk mengoptimalkan kapasitas produksi kendaraan komersial. Saat ini, Gaikindo beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan roda empat atau lebih per tahun.

Khusus kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, terdapat tujuh produsen utama yang memproduksinya di Indonesia. Kapasitas produksi segmen ini bahkan mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Tujuh perusahaan tersebut yakni PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Astra Daihatsu Motor.

Sebagian besar kendaraan yang diproduksi merupakan model penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Model ini selama ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, ditopang jaringan layanan purnajual dan bengkel yang tersebar luas.

Untuk kendaraan penggerak 4x4, industri dalam negeri juga memiliki kemampuan produksi. Namun, diperlukan waktu persiapan tambahan sebelum produksi dapat berjalan optimal.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan kendaraan bermotor domestik mengalami tekanan. Angka penjualan tercatat berada di bawah 1 juta unit per tahun. Meski demikian, kinerja ekspor justru menunjukkan hasil positif dengan capaian lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.

Menanggapi rencana impor kendaraan dari India, Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan industri nasional.

“Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” kata Putu Juli dalam keterangan persnya, Jumat (20/2/2026).

Dia menyebutkan, jika diberikan kesempatan dan waktu yang cukup, anggota Gaikindo bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) sebagai bagian dari ekosistem industri otomotif nasional dapat berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial.

“Ini juga dapat menghindari terjadinya pengurangan tenaga kerja yang saat ini berpotensi cukup tinggi karena penurunan permintaan pasar dalam negeri selama beberapa tahun belakangan,” ujarnya.

Gaikindo berharap kebijakan yang diambil dapat mempertimbangkan optimalisasi produksi dalam negeri. Selain memperkuat industri nasional, langkah tersebut dinilai berpotensi menjaga stabilitas tenaga kerja dan keberlanjutan ekosistem otomotif Indonesia.

Sebelumnya, rencana pengadaan kendaraan niaga dalam skala besar memicu kontroversi di Tanah Air. DPR Komisi VII DPR RI memberikan kritik keras terhadap kontrak pengadaan kendaraan senilai Rp24,66 triliun yang diamankan PT Agrinas Pangan Nusantara guna mendukung operasional Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. 

Kontrak fantastis tersebut melibatkan impor total 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India. Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pick Up dipasok oleh Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors yang terdiri atas tipe Yodha Pick-Up serta Ultra T.7 Light Truck.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut