Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Meroket, Mobil Bensin Makin Tergerus
Advertisement . Scroll to see content

Sempat Tampil di IIMS 2022, Ini Alasan Toyota Jadikan Kijang Innova Konsep Mobil Listrik

Selasa, 05 April 2022 - 06:55:00 WIB
Sempat Tampil di IIMS 2022, Ini Alasan Toyota Jadikan Kijang Innova Konsep Mobil Listrik
Banyak yang penasaran, apa alasan Toyota memilih Kijang Innova sebagai konsep mobil listrik? (Foto: Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kehadiran Toyota Kijang Innova EV Concept di hari pertama pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 menjadi perhatian publik. Selama ini, Toyota belum pernah membocorkan pengembangan mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia. 

Namun, di luar dugaan Toyota Indonesia memilih Kijang Innova dalam pengembangan mobil listrik murni. Banyak yang penasaran, apa alasan Toyota memilih Kijang Innova sebagai konsep mobil listrik? 

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi menjelaskan, Toyota Kijang Innova EV Concept adalah mobil dengan brand nasional pertama dirancang sepenuhnya menggunakan listrik sebagai daya penggerak (power engine).  

“Hingga saat ini, tujuan memperkenalkan Kijang Innova EV Concept adalah untuk studi dan meningkatkan popularitas kendaraan listrik di tengah masyarakat. Kijang Innova EV Concept sebagai simbol komitmen Toyota terhadap ekosistem utama kendaraan listrik, dengan memanfaatkan pendekatan model lokal dan kendaraan listrik guna mengetahui kebutuhan mobilitas yang paling sesuai bagi masyarakat Indonesia,” ujar Anton, dalam press conference virtual, belum lama ini. 

Dia menuturkan dalam perjalanannya, sejak generasi pertama diluncurkan 45 tahun lalu, tepatnya Juni 1977, Toyota Kijang dikenal sebagai kendaraan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Model pertama Toyota Kijang sebagai respons Toyota Indonesia terhadap kebijakan pemerintah kalai itu yaitu mendorong pelaku industri otomotif nasional memproduksi kendaraan sederhana atau basic unit vehicle (BUV), khususnya untuk mendukung mobilitas di kawasan pedesaan.  

Meski tampil dalam desain yang sederhana, Toyota berhasil merancang DNA Toyota Kijang sebagai kendaraan yang andal. Seiring kebutuhan mobilitas yang lebih baik, Toyota menyempurnakan desain, kualitas dan performa Toyota Kijang.  

"Mobil yang pada awalnya menjadi andalan angkutan pedesaan, berkembang menjadi kendaraan serbaguna dan sukses mejadi mobil yang paling digemari masyarakat Indonesia sebagai mobil keluarga," katanya.  

Bahkan, sejak 1988 Toyota Kijang telah diekspor ke sejumlah negara ASEAN, dan kini telah menjadi salah satu tulang punggung ekspor otomotif nasional ke berbagai belahan dunia. 

"Secara resmi Toyota Kijang, tidak dicatatkan sebagai mobil nasional. Namun, fakta di lapangan menunjukkan selain dekat di hati masyarakat, mobil ini mempunyai tingkat penggunaan komponen lokal tertinggi, mencapai 83 persen," ujar Anton.  

Toyota Kijang kini menjadi kini satu-satunya model brand nasional yang bertahan dan terus berkembang di antara berbagai model yang diproduksi sejumlah pelaku industri otomotif nasional di era akhir 1970-an.  

"Meneruskan perjalanan sejarahnya, melalui kehadiran Toyota Kijang Innova EV Concept ini kami kembali ingin membuktikan komitmen selalu mendukung kebijakan Pemerintah dalam pengembangan industri otomotif nasional," katanya. 

Seperti diketahui, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan mempercepat program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan. Ini dilakukan melalui percepatan pengembangan industri KBLBB dalam negeri.  

Kebijakan tersebut dilatarbelakangi kebutuhan menghadapi tantangan masa depan, antara lain semakin menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil yaitu bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini mengharuskan industri otomotif dunia tidak hanya mengembangkan teknologi hemat BBM, tapi juga mulai mengalihkan tenaga penggerak kendaraan mereka dari teknologi inter combustion engine (ICE) yang menggunakan BBM ke ke teknologi electric vehicle atau kendaraan listrik. 

Perpres No 55 Tahun 2019 merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam pengendalian isu pemanasan global dan perubahan iklim dengan berkontribusi mengurangi emisi CO2 atau emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Dalam pertemuan Conference of Parties (COP) ke-21 yang diselanggarakan oleh United Nations Framework Convention on Climate Change di Paris pada Desember 2015, Indonesia menyatakan komitmennya mengurangi emisi CO2 sebesar 29 persen dengan kekuatan sendiri, dan 41 persen bantuan internasional sampai 2030. 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut