Rupiah Babak Belur, Daihatsu Bertahan Tak Naikkan Harga Mobil
JAKARTA, iNews.id - Di tengah nilai tukar rupiah yang terus tertekan hingga menembus di atas Rp17.700 per dolar AS, Daihatsu memastikan belum menaikkan harga mobil. Produsen otomotif tersebut memilih melakukan efisiensi internal demi menjaga daya beli konsumen.
Marketing Director and Corporate Planning Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani mengatakan, pelemahan rupiah memang memberi tekanan pada biaya produksi perusahaan. Sebab, masih ada sejumlah komponen kendaraan yang berasal dari impor.
"Ada beberapa komponen yang memang impor. Pastinya butuh penyesuaian. Tapi keberlanjutan industri ini kan mesti jalan ya," ujar Sri Agung, saat dikonfirmasi media di kawasan BSD City, Tangerang, belum lama ini.
Meski demikian, Daihatsu belum mengambil langkah menaikkan harga jual kendaraan. Perusahaan justru fokus melakukan restrukturisasi biaya dan efisiensi di lini produksi untuk menahan dampak pelemahan kurs.
"Jadi kita lakukan beberapa hal. Pertama, kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita," katanya.
Selain efisiensi produksi, ADM juga mulai membahas strategi pengembangan komponen lokal bersama rantai pasok. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap komponen impor yang terdampak langsung kenaikan dolar AS.
"Lalu yang kedua, kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita. Untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi, dari beberapa part impor. Bukan part ya, tepatnya mungkin komponen," ujar Sri Agung.
Dia menegaskan, Daihatsu akan sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait harga kendaraan. Menurut dia, mayoritas konsumen Daihatsu merupakan pembeli mobil pertama sehingga perusahaan tidak ingin terburu-buru membebankan kenaikan biaya kepada pelanggan.
"Daihatsu akan melakukan dengan sangat hati-hati dan prudent. Artinya tidak semua dilakukan dan di-deploy kepada customer. Dan perlu dicatat (konsumen) Daihatsu itu first car buyer (pembeli mobil pertama)," katanya.
Sri Agung mengakui depresiasi rupiah menjadi tantangan bagi seluruh industri otomotif nasional. Jika pelemahan kurs terus berlanjut dalam jangka panjang, dia memperkirakan pelaku industri akan melakukan penyesuaian.
"Saya rasa depresiasi ini berdampak bukan hanya pada pabrik Daihatsu. Ini akan terjadi pada seluruh industri yang ada di Indonesia. Maka saya yakin akan ada penyesuaian," ujar dia.
Namun hingga kini, Daihatsu memastikan harga kendaraan masih tetap stabil meski tekanan kurs dolar AS sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
"Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu. Selama 4 bulan sejauh ini, 5 bulan tidak ada sama sekali," kata Sri Agung.
Editor: Dani M Dahwilani