Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Subaru Kolobrasi Thule di GJAW 2025, Boyong 3 Model Mobil Khusus 
Advertisement . Scroll to see content

Recall Ratusan Ribu Mobil, Subaru Rugi Rp859 Miliar

Selasa, 06 November 2018 - 17:09:00 WIB
Recall Ratusan Ribu Mobil, Subaru Rugi Rp859 Miliar
Subaru mengalami kerugian Rp859 miliar terkait recall ratusan ribu mobil karena kasus kecurangan inspeksi kendaraan. (Foto: Aisa Nikkei)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Produsen mobil Jepang, Subaru mengalami kerugian besar karena kasus kecurangan inspeksi kendaraan. Masalah ini menyebabkan mobil-mobil yang dijual di pasar domestik terkena penarikan kembali (recall).

Dilansir dari Asia Nikkei, Selasa (6/11/2018), masalah tersebut membuat Subaru menelan kerugian biaya recall yang akan membebani seperempat dari perkiraan laba tahunan mereka.

Pabrikan itu ditaksir menanggung kerugian 44,16 juta pounds (Rp859,4 miliar) untuk menutupi biaya recall, memotong perkiraan laba operasional Subaru dari 300 miliar yen menjadi 220 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2019.

Bulan lalu, Subaru hampir mengurangi separuh laba operasional pada periode April-September, karena adanya biaya untuk menaikkan kualitas produk.

Saham Subaru merosot hampir 20 persen tahun ini, hampir tiga kali berturut-turut secara tahunan, ditambah menurunnya penjualan di Amerika Serikat (AS) sebagai pasar utama mereka, yang pernah mencapai rekor tertinggi pada 2016.

Kabarnya, Subaru akan menarik 100 ribu kendaraan yang dipasarkan di dalam negeri termasuk model Impreza setelah ditemukan proses inspeksi tidak benar pada uji komponen, termasuk rem sejak 2017. Sementara yang dijual di luar negeri tidak terkena dalam proses recall.

Sebelumnya, pabrikan juga pernah mengumumkan penarikan global 400.000 unit kendaraan, termasuk Forester SUV dan Impreza sedan guna memperbaiki katup mesin.

Tak hanya itu, Subaru juga harus menarik 400.000 mobil karena ada laporan inspeksi akhir pada kendaraan yang dijual di Jepang dibuat oleh pemeriksa yang tidak bersertifikasi.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut