Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Leapmotor Tembus Million Club! Pendatang Baru Siap Guncang Industri Mobil Listrik Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Apa Itu?

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:16:00 WIB
Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Apa Itu?
Leapmotor menghadirkan baterai terbaru dengan inovasi yang bernama C2C. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idInovasi di dunia kendaraan listrik terus bergerak cepat. Salah satu terobosan terbaru datang dari pabrikan asal China, Leapmotor, yang memperkenalkan teknologi baterai bernama Cell-to-Chassis (C2C). Seperti apa teknologi baru tersebut?

Teknologi C2C digadang-gadang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus performa mobil listrik secara signifikan. Sebab, berbeda dari sistem baterai konvensional yang masih menggunakan struktur berlapis, pendekatan C2C justru memangkas tahapan tersebut.

Dalam sistem ini, sel baterai langsung diintegrasikan ke dalam rangka kendaraan, menjadikannya bagian struktural mobil. Artinya, baterai tidak lagi sekadar penyimpan energi, tetapi juga berfungsi sebagai tulang punggung kendaraan.

Lebih Ringkas, Lebih Efisien

Dengan menghilangkan lapisan modul, ruang yang tersedia untuk baterai bisa dimanfaatkan lebih optimal. Tingkat efisiensi pemanfaatan ruang bahkan diklaim bisa mencapai sekitar 90 persen lebih.

Desain yang lebih ringkas ini membawa dampak besar, yaitu bobot kendaraan bisa ditekan, jumlah komponen berkurang, dan efisiensi energi meningkat. Dalam penggunaan sehari-hari, hal ini bisa berarti jarak tempuh yang lebih jauh dengan sekali pengisian daya.

Tak hanya soal efisiensi, teknologi ini juga berdampak pada struktur kendaraan. Karena baterai menyatu dengan sasis, tingkat kekakuan bodi mobil meningkat. Dalam dunia otomotif, ini dikenal sebagai torsional rigidity atau faktor penting yang memengaruhi stabilitas saat berkendara.

Semakin kaku struktur kendaraan, semakin baik pula kontrol dan kenyamanan yang dirasakan pengemudi, terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau bermanuver.

Selain itu, integrasi ini juga mendukung aspek keselamatan. Struktur yang lebih solid dapat membantu menyerap dan mendistribusikan energi benturan dengan lebih baik saat terjadi kecelakaan.

Teknologi C2C bukan sekadar konsep. Leapmotor sudah menerapkannya pada sejumlah model, seperti sedan listrik Leapmotor C01, SUV Leapmotor C11, hingga model terbaru Leapmotor C10.

Generasi terbaru teknologi ini, yang disebut C2C 2.0, bahkan dilengkapi sistem manajemen baterai pintar. Sistem tersebut mampu memantau kondisi baterai secara real-time untuk memastikan performa tetap optimal sekaligus menjaga keamanan.

Didukung Kolaborasi Global

Untuk memperluas jangkauan pasar, Leapmotor juga menggandeng Stellantis, grup otomotif besar yang menaungi berbagai merek global. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat distribusi sekaligus pengembangan teknologi kendaraan listrik ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di dalam negeri sendiri, kehadiran merek ini berada di bawah naungan Indomobil Group melalui anak usahanya sebagai distributor resmi.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, inovasi seperti Cell-to-Chassis menjadi kunci penting dalam evolusi mobil listrik. Teknologi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga membuka peluang desain kendaraan yang lebih ringan, aman, dan bertenaga.

Bagi konsumen, perkembangan ini menjadi kabar baik. Mobil listrik ke depan tidak hanya semakin hemat energi, tetapi juga lebih nyaman dan aman digunakan dalam berbagai kondisi.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut