Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tanda-Tanda Minyak Rem Harus Diganti, Awas Jangan Tunggu Motor Blong!
Advertisement . Scroll to see content

Kapan Minyak Rem Harus Diganti? Jangan Abai Bisa Sebabkan Kecelakaan

Senin, 15 Juni 2026 - 11:59:00 WIB
Kapan Minyak Rem Harus Diganti? Jangan Abai Bisa Sebabkan Kecelakaan
Kapan minyak rem harus diganti? Menjadi pertanyaan penting yang sering dilupakan pemilik kendaraan. (Foto: Ilsutrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kapan minyak rem harus diganti? Menjadi pertanyaan penting yang sering dilupakan pemilik kendaraan. Padahal, komponen ini memiliki peran vital dalam menjaga kinerja sistem pengereman agar tetap optimal dan aman saat digunakan.

Banyak pengendara lebih fokus memeriksa kampas rem, tromol, atau cakram. Namun, minyak rem juga wajib mendapat perhatian karena berfungsi sebagai media penghantar tekanan pada sistem rem hidrolik.

Dilansir dari laman Suzuki, Pada kendaraan yang menggunakan sistem rem hidrolik, terutama rem cakram, minyak rem menjadi elemen utama yang memungkinkan proses pengereman berlangsung. Tanpa minyak rem, pedal rem pada mobil atau handel rem pada sepeda motor tidak akan mampu menghasilkan tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan laju kendaraan.

Akibatnya, sistem pengereman tidak bekerja dengan sempurna dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan rem blong. Situasi ini tentu sangat berbahaya karena berpotensi memicu kecelakaan di jalan.

Sama seperti komponen kendaraan lainnya, minyak rem memiliki masa pakai dan harus diganti secara berkala. Hal ini disebabkan kandungan zat aditif di dalam minyak rem memiliki batas usia penggunaan sehingga kualitasnya akan menurun seiring waktu.

Jika penggantian minyak rem terlalu lama ditunda, risiko kerusakan pada seal master rem bisa meningkat. Kerusakan tersebut dapat memicu kebocoran sistem hidrolik yang berujung pada hilangnya tekanan pengereman.

Selain itu, minyak rem yang mengalami penurunan kualitas juga berpotensi merusak komponen tertentu apabila terjadi kebocoran. Karena itu, pemeriksaan dan penggantian rutin sangat dianjurkan untuk menjaga keamanan berkendara.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem?

Secara umum, penggantian minyak rem disarankan setiap 20.000 hingga 30.000 kilometer. Interval tersebut dapat berbeda tergantung rekomendasi pabrikan dan kondisi penggunaan kendaraan.

Biaya penggantian minyak rem juga tergolong cukup terjangkau. Pemilik kendaraan biasanya hanya perlu mengeluarkan dana sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000 untuk proses penggantian, termasuk minyak rem baru dan jasa pemasangan.

Sebelum membeli atau mengganti minyak rem, pengendara juga perlu memastikan kualitas produk yang digunakan. Minyak rem yang baik harus memiliki titik didih tinggi sehingga tidak mudah menguap dan memicu terbentuknya gelembung udara di dalam sistem pengereman.

Selain itu, minyak rem berkualitas juga dilengkapi formula yang mampu mencegah karat dan korosi pada komponen sistem rem. Produk tersebut juga harus aman untuk karet seal agar tidak menimbulkan kerusakan yang berujung pada kebocoran.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat viskositas atau kekentalan minyak rem. Kekentalan yang tepat memungkinkan tekanan dari pedal atau handel rem diteruskan secara optimal, termasuk saat kendaraan beroperasi dalam kondisi suhu ekstrem.

Minyak rem yang baik juga tidak boleh menghasilkan endapan. Jika endapan terbentuk, aliran minyak rem berisiko tersumbat sehingga kinerja pengereman menjadi terganggu.

Untuk memastikan sistem pengereman bekerja maksimal, pemilik kendaraan disarankan melakukan servis rem secara menyeluruh. Pemeriksaan dapat meliputi pembersihan komponen, penyetelan ulang, pengecekan piston, kaliper, hingga kondisi karet-karet pada sistem rem.

Perawatan rutin dan penggantian minyak rem tepat waktu, risiko kerusakan sistem pengereman dapat diminimalkan sehingga keselamatan berkendara tetap terjaga.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut