Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kadin Minta Presiden Batalkan Rencana Impor 105.000 Unit Pikap dari India
Advertisement . Scroll to see content

Kadin Tegaskan Impor 105.000 Pikap dari India Ancam Industri Otomotif

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:29:00 WIB
Kadin Tegaskan Impor 105.000 Pikap dari India Ancam Industri Otomotif
Model Pikap Mahindra yang kontroversial. (Foto: Youtube)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai impor kendaraan dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) seperti rencana impor 105.000 pikap untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berisiko melemahkan ekosistem otomotif nasional, khususnya industri komponen. 

Padahal, komponen seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi hingga sistem elektronik menjadi tulang punggung rantai pasok industri kendaraan.

"Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin, Minggu (22/2/2026).

"Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah," tambahnya.

Wakil Ketua Umum Kadin (WKU) Bidang Industri Saleh Husin. (Foto: Youtube)
Wakil Ketua Umum Kadin (WKU) Bidang Industri Saleh Husin. (Foto: Youtube)

Saleh bahkan menegaskan, "Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh."

Karenanya, Kadin Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto membatalkan kebijakan tersebut karena dinilai berpotensi memukul industri otomotif nasional yang tengah tumbuh.

Nilai impor yang mencapai Rp24,66 triliun itu dianggap kontraproduktif dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi yang selama ini digaungkan pemerintah.

"Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi kami mengimbau Bapak Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga," kata Saleh.

Siapa yang Impor dan Apa Saja Unitnya?

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dijalankan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Pemerintah menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana pembangunan fisik program tersebut.

Perusahaan itu tengah merealisasikan impor 105.000 kendaraan dari India yang terdiri atas:

- 35.000 unit pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd.

- 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors

- 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama

Pengiriman dilakukan bertahap sepanjang 2026, dan sekitar 200 unit pikap Mahindra telah tiba di Indonesia.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut