Intip Koleksi Mobil Mewah Bos Jalan Tol Jusuf Hamka, Pelat Nomornya Lucu-Lucu dari B 1 RU sampai B 3 RAK
JAKARTA, iNews.id - Siapa yang tak kenal dengan pengusaha jalan tol, Mohammad Jusuf Hamka alias Babah Alun. Jusuf Hamka dikenal sebagai konglomerat yang dermawan.
Meski memiliki kekayaan lebih dari Rp100 triliun, Jusuf Hamka tetap bersahaja. Pria Kelahiran Samarinda 1957 ini memilih tampil sederhana meskipun mampu membeli apapun yang diinginkan.
Saat disambangi bos importir mobil mewah Prestige Rudy Salim, Jusuf Hamka mengungkapkan filosofi hidupnya, termasuk dalam koleksi kendaraan.
"Supercar saya sudah lepas. Badan sudah uzur. Masuk mobil harus nekuk-nekuk. Terakhir lima tahun lalu sebelum umur 60 tahun. Saya pernah punya Ferrari, Mclaren, Lamborghini, Bentley. Saya suruh jual kalau ada yang mau," ujar Jusuf Hamka dilansir dari Channel YouTube Prestige Productions, Selasa (11/1/2022).
"Sehari-hari saya hanya manasin (mobil), ada Land Rover, Elegrand, Alphard, Lexus untuk aktivitas sehari-hari," katanya.
Dia menuturkan untuk pelat nomor dirinya lebih suka yang mengandung arti hidup, sehingga, seperti B 33 itu di artinya Bee (lebah). Ada juga B1 RU dipasang di mobil Land Rover biru.
Ada juga nomor B 3 DJO (bedjo) di mobil sedan Lexus dan satu lagi B 1 JI (biji). Di mobil Bentley pelat nomornya B 3 TUL (betul), ada juga B 3 BEK, B 3 SAR.

"Yang lucu di mobil Audi warna kuning nomornya B 3 RAK (berak). Itu (ide) dikasih temen-temen buat lucu-lucuan bisa bunyi saja. Kalau dijejerin Bebek Bedjo Berak Besar Betul," kata Jusuf Hamka sambil tersenyum.
Dia mengaku mobil yang belum pernah dimilikinya adalah Bugatti. "Kalau ada waktu saya ingin coba Bugatti Rud. Kamu kan ada juga Bugatti," ujar ayah tiga anak ini.
Jusuf Hamka mengaku saat ini dirinya tengah memesan lima unit MPV mewah Lexus LM 350 untuk keluarga dan operasional direksi perusahaan. "Saya sedang pesan lima Lexus LM 350, masih inden. Mobilnya nyaman. Ada kompartemen pemisah (privasi). Ini untuk dipakai keluarga dan direksi untuk operasional persusahaan," katanya.

Editor: Dani M Dahwilani