Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger, Elon Musk Ngaku Tak Bahagia meski Berharta Rp14.300 Triliun Lebih
Advertisement . Scroll to see content

Dinilai Tidak Aman, Tesla Cybertruck Tidak Boleh Dijual di Eropa

Jumat, 20 Desember 2019 - 07:29:00 WIB
Dinilai Tidak Aman, Tesla Cybertruck Tidak Boleh Dijual di Eropa
Otoritas Jerman mengatakan, struktur Tesla Cybertruck terlalu kaku sehingga membahayakan pengguna kendaraan lain dan pejalan kaki. (Foto: Carscoops)
Advertisement . Scroll to see content

MUNICH, iNews.id - Sejak peluncuran kontroversialnnya, ratusan ribu pelanggan telah menyatakan minat membeli Tesla Cybertruck. Namun, melihat desain pikap listrik ini tampaknya tidak akan disetujui dijual di Eropa.

Dikutip oleh Automobile Woche, otoritas Jerman mengatakan, struktur kendaraan Tesla Cybertruck terlalu kaku. Karena itu, mobil ini tidak memberikan keselamatan bagi penumpang dan pengguna jalan lain.

Panel bodi yang kaku adalah mimpi buruk bagi perlindungan pejalan kaki. Bemper depan dan kap mobil perlu deformasi untuk menyerap tenaga jika terjadi kecelakaan.

Menurut Stefan Teller, ahli TUV, Cybertruck membutuhkan banyak modifikasi pada struktur dasar. Penghuni merasa aman, tetapi sejatinya tidak. “Bumper dan kap mesin harus mampu menyerap energi untuk melindungi pejalan kaki,” kata Teller.

Dia menilai kendaraan tersebut tidak akan mungkin menjadi kendaraan produksi massal di Jerman berdasarkan persyaratan keamanan dan keselamatan kendaraan.

Di sisi lain Tesla Cybertruck telah memenuhi syarat sebagai light duty truck di AS. Itu dilakukan tanpa fitur keselamatan tertentu dan masih dianggap legal di jalan.

Sebelumnya, otoritas di Australia menyatakan Tesla sebagai mobil tidak aman. Ini melihat desain dan bahan yang digunakan dari mobil ini dapat membahayakan penumpang dan pengguna jalan lain.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut