Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tesla Klaim Mobil Full Self-Driving 10 Kali Lebih Aman dari Manusia, Senator AS Minta Bukti
Advertisement . Scroll to see content

Diduga Gunakan Fitur Autopilot, Mobil Listrik Tesla Tabrak Rumah Tewaskan Lansia

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:36:00 WIB
Diduga Gunakan Fitur Autopilot, Mobil Listrik Tesla Tabrak Rumah Tewaskan Lansia
Mobil listrik Tesla Model 3 diduga beroperasi menggunakan sistem bantuan pengemudi otomatis (autopilot) tabrak rumah di Texas, Amerika Serikat (AS). (Foto: Harris County Sheriff’s Office)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mobil listrik Tesla Model 3 diduga beroperasi menggunakan sistem bantuan pengemudi otomatis (autopilot) mengalami kecelakaan fatal di Texas, Amerika Serikat (AS). Kendaraan tersebut keluar jalur, menabrak sebuah rumah, dan menyebabkan seorang wanita lanjut usia (lansia) meninggal dunia.

Dilansir dari Carscoops, insiden tragis itu terjadi di Katy, kawasan pinggiran Kota Houston, Texas, pada Jumat (19/6/2026) malam waktu setempat. Berdasarkan laporan pihak berwenang, mobil Tesla yang dikemudikan Michael Butler (44) melaju ke arah timur sebelum keluar dari jalan dan menghantam rumah bata dengan kecepatan tinggi.

Benturan keras membuat kendaraan menerobos dinding rumah dan menghantam korban Martha Avila Mantilla (76) yang berada di dalam bangunan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka berat. Kematian korban langsung menjadi perhatian publik karena pengemudi mengaku sistem bantuan mengemudi otomatis sedang aktif sebelum kecelakaan terjadi.

Kantor Sheriff Harris County menyatakan Butler telah memberikan keterangan kepada penyidik. Dia mengaku fitur Automated Driving System (ADS) pada Tesla sedang digunakan saat mobil keluar jalur.

Meski demikian, pihak berwenang belum memastikan sistem yang dimaksud merupakan Autopilot atau Full Self-Driving (Supervised), dua fitur bantuan pengemudi yang dikembangkan Tesla.

Keluarga korban mengungkapkan kecelakaan tersebut terjadi di area rumah yang sering digunakan anak-anak untuk beraktivitas. Beruntung tidak ada korban lain yang mengalami luka serius dalam peristiwa itu.

Sementara Butler juga mengalami cedera akibat kecelakaan tersebut. Namun penyidik menyebut tidak ditemukan indikasi pengaruh alkohol maupun zat terlarang pada pengemudi.

Hingga kini belum ada dakwaan yang diajukan terhadap Butler. Aparat masih mengumpulkan bukti dan mendalami penyebab pasti kecelakaan.

Kasus ini turut menarik perhatian Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA). Lembaga tersebut telah membuka penyelidikan independen guna mengetahui apakah sistem bantuan pengemudi Tesla memiliki kaitan dengan insiden maut tersebut.

Investigasi federal ini diperkirakan akan menyoroti data kendaraan, aktivitas pengemudi sebelum tabrakan, serta kondisi sistem bantuan mengemudi saat kecelakaan berlangsung.

Peristiwa tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai keamanan teknologi kendaraan semi-otonom. Sejumlah pakar industri otomotif menilai sistem bantuan pengemudi Level 2, seperti yang digunakan Tesla, berpotensi menimbulkan rasa aman berlebihan pada pengendara.

Padahal, teknologi tersebut tetap mengharuskan pengemudi memantau kondisi jalan dan siap mengambil alih kendali kendaraan kapan saja. Sebab itu, tanggung jawab utama tetap berada di tangan manusia yang berada di balik kemudi.

Hasil investigasi yang sedang berjalan diharapkan dapat mengungkap secara rinci apa yang sebenarnya terjadi sebelum Tesla itu keluar jalur. Temuan tersebut juga dinilai penting untuk menjawab pertanyaan publik terkait batas kemampuan teknologi bantuan pengemudi yang semakin banyak digunakan di jalan raya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut