Di Tengah Bayangan Harga-Harga Naik, Pasar Mobil Bekas di Indonesia Berpotensi Tumbuh
JAkARTA, iNews.id - Pelaku industri otomotif di Indonesia menilai pasar mobil bekas masih memiliki potensi besar untuk terus tumbuh. Selain jumlah pengguna kendaraan pribadi yang meningkat, faktor ekonomi juga membuat masyarakat lebih berhitung sebelum membeli mobil baru.
Di tengah produk baru yang terancam naik akibat depresiasi rupiah terhadap dolar AS, alasan utama sebagian konsumen membeli mobil bekas adalah harga lebih terjangkau. Budget yang sama, konsumen bisa mendapatkan mobil dengan spesifikasi lebih tinggi dibanding unit baru dari kelas entry level.
Selain itu, depresiasi harga mobil bekas cenderung lebih stabil. Mobil baru biasanya mengalami penurunan harga cukup drastis saat keluar dari dealer, sementara mobil bekas tidak mengalami penyusutan nilai sebesar itu.
Pilihan model yang sangat beragam, konsumen bisa menemukan berbagai jenis kendaraan mulai dari city car, MPV, SUV hingga mobil premium dengan harga yang lebih masuk akal.
Penetrasi perusahaan mobil bekas semakin kuat. Di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat lebih berhitung, mobil bekas dianggap menjadi solusi realistis.
Menaanggapi Setir Kanan, perusahaan jual beli mobil bekas melakukan penetrasi pasar menggelar Mei-morable Drive di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 22-24 Mei 2026
Melalui event ini, mereka memberi kesempatan bagi masyarakat menghadirkan kendaraan sesuai kebutuhan harian maupun kendaraan keluarga. Berbagai model mobil bekas dipamerkan, antara lain Toyota Raize, Calya dan Avanza.
Area Manager Bagian Timur Setir Kanan Candra Satria mengatakan event Mei-morable Drive merupakan kesempatan terbaik bagi masyarakat yang sedang mencari mobil bekas dengan harga terjangkau dan kondisi prima.
“Di event ini pengunjung tidak hanya dapat melihat unit secara langsung, tetapi juga berdiskusi dengan tim terkait spesifikasi kendaraan dan simulasi pembiayaan,” ujar Candra dalam keterangan persnya dilansir Sabtu (23/5/2026).
Diketahui, selain menyasar kota besar, ekspansi perusahaan mobil bekas di Indonesia merambah berbagai wilayah. Strategi ini dilakukan untuk menjangkau pasar baru yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Penetrasi dan transparansi perusahaan mobil bekas turut mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam membeli kendaraan. Konsumen kini lebih kritis terhadap kondisi mobil, riwayat servis, legalitas dokumen, hingga transparansi harga.
Editor: Dani M Dahwilani