Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daihatsu Gelontorkan Rp2,9 Triliun Bangun Pabrik Mobil Hybrid di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Listrik, Ignasius Jonan Sebut Mobil Hybrid Lebih Cocok di Indonesia

Selasa, 29 Juli 2025 - 19:05:00 WIB
Bukan Listrik, Ignasius Jonan Sebut Mobil Hybrid Lebih Cocok di Indonesia
Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan mobil hybrid menjadi kendaraan paling cocok digunakan di Indonesia. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan mobil hybrid menjadi kendaraan paling cocok digunakan di Indonesia. Setidaknya, ini berlaku hingga 25 tahun ke depan atau sampai 2050.

Ketika duduk di kursi pemerintahan, Jonan mengaku ada studi yang dilakukan mengenai kendaraan elektrifikasi. Untuk mobil listrik murni, transisi yang dilakukan memerlukan waktu yang cukup lama.

Menurutnya, hingga saat ini masih ada keraguan dari masyarakat untuk beralih ke mobil listrik. Salah satunya adalah kekhawatiran tentang jarak tempuh. Waktu pengisian daya juga menjadi salah satu yang menghambat peralihan.

"Menurut saya, (peralihan) untuk 25 tahun atau satu generasi ke depan, kendaraan (yang ideal) adalah PHEV. Kenapa? Pertama, dalam pandangan saya, membuat charging station yang sebanyak SPBU atau pom bensin, menjadi tantangan besar," kata Jonan, dalam acara Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) di ICE BSD City, Tangerang, pada Selasa (29/7/2025).

Ketika menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sembilan tahun lalu, Jonan mengatakan ada sejumlah wilayah di Indonesia yang belum memiliki SPBU. Sebab itu, pengadaan infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) juga butuh waktu lama.

"Ketika tahun 2016, saat saya masih bertugas di ESDM, saya berkesempatan melaporkan ke presiden, bahwa dari 7.500 kecamatan di Indonesia, ada 1.500 yang tidak ada SPBU-nya. Bayangkan, 71 tahun Indonesia merdeka, ada ribuan kecamatan yang belum punya SPBU," katanya.

Selain itu, PLN juga harus siap menyediakan kebutuhan listrik untuk memastikan tidak ada kendala saat mengisi daya baterai. Sehingga, saat ini mobil hybrid masih dianggap paling sesuai sambil mempersiapkan infrastruktur kendaraan listrik.

"Kalau misal charger-nya 1 juta unit, mobil listriknya 2 juta unit dan dicas bersama, terus siang-malam dipakai. Itu berapa giga watt agar listriknya tercukupi? Jadi menurut saya, (idealnya) 25 tahun ke depan masih hybrid," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut