Boyong Carry dan APV di IIMS 2025, Suzuki Bidik Pasar Fleet
JAKARTA, iNews.id - Mobil komersial tidak terkena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen. Salah satunya Suzuki Carry.
Adapun di IIMS 2024, selain menghadirkan mobil penumpang, Suzuki memboyong Carry dan APV. Suzuki optimistis kendaraan komersial akan tumbuh termasuk di segmen fleet (usaha).
"Kebijakan ini kami berharap dapat mendorong penjualan sekaligus berkotribusi pada pergerakan roda ekonomi. Apalagi kendaraan komesial adalah penggerak roda ekonomi rakyat," ujar 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donnel di IIMS 2025.
"Karena Carry basic-nya kan untuk usaha untuk menggerakkan ekonomi dan kita sangat-sangat ambil momentum itu," katanya.
Di sisi lain, Carry tercatat berkontribusi lebih dari 50 persen penjualan Suzuki pada 2024. Adapun penjualan Fleet Suzuki hampir mencapai 15.000 unit. Dari angka tersebut penjualan fleet berkontribusi 21 persen terhadap total retail sales sepanjang 2024.
Suzuki Carry mendominasi dengan porsi terbesar mencapai 46 persen, diikuti APV sebesar 19 persen.
Sementara itu, di segmen mobil penumpang, New XL7 memimpin dengan dominasi 15 persen. Disusul All New Ertiga yang berkontribusi sebesar 13 persen.


Wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) menjadi kontributor utama dengan porsi 41 persen. Selain itu, permintaan tinggi di sejumlah daerah, seperti Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara sampai Jawa Tengah.
Head of Fleet Sales 4W PT Suzuki Indomobill Sales (SIS) Aliftia Rizki Annisa (Icha) mengatakan, dari total penjualan fleet tersebut, model Carry masih menjadi tulang punggung. Dia berharap tahun ini tumbuh. "Kami menargetkan pertumbuhan pasar fleet di angka 10 persen di 2025," ujarnya, Rabu (19/2/2025).
lcha mengungkapkan 40 persen penjualan fleet adalah dari institusi pemerintahan. Adapun salah satu yang sedang di-biding oleh PT SIS adalah Makan Bergizi Gratis dalam distribusi makanan ke berbagai wilayah.
“Kami telah dipanggil oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dengan dukungan terhadap program MBG ini,” katanya.
Di sisi lain, Icha mengakui kebijakan efisiensi pemerintah menjadi tantangan. Kebijakan ini berimbas pada penjualan fleet sejak Januari. Dia berharap capaian tahun lalu bisa kembali terulang di 2025, sehingga penjualan fleet Suzuki kembali positif.
Editor: Dani M Dahwilani