Bersaing di Segmen SUV, Ini Alasan Mitsubishi Benamkan Mesin Turbo pada Destinator
JAKARTA, iNews.id - Segmen sport utility vehicle (SUV) menjadi salah satu pasar otomotif yang paling kompetitif di Indonesia. Berbagai produsen berlomba menghadirkan model SUV dengan teknologi mesin yang beragam, mulai dari turbo, hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Masing-masing menawarkan keunggulan tersendiri untuk menarik perhatian konsumen.
Di tengah tren elektrifikasi yang semakin berkembang, Mitsubishi mengambil pendekatan berbeda dengan tetap mengandalkan mesin turbo sebagai senjata utama. Strategi tersebut diwujudkan melalui kehadiran Mitsubishi Destinator, SUV terbaru yang menawarkan perpaduan performa bertenaga, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
Salah satu daya tarik utama Mitsubishi Destinator terletak pada penggunaan mesin turbocharger 1.500 cc yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa dan konsumsi bahan bakar. Kehadiran turbocharger membuat respons akselerasi terasa lebih cepat, terutama saat membutuhkan tambahan tenaga ketika menyalip kendaraan, melaju di jalan tol, maupun menghadapi tanjakan.
Meski menawarkan performa yang agresif, karakter mesin tersebut tetap dirancang efisien sehingga cocok digunakan sebagai kendaraan harian. Kombinasi tenaga yang melimpah dan konsumsi bahan bakar yang tetap terkendali menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan SUV modern tanpa harus mengorbankan efisiensi.
Mitsubishi Destinator dibekali mesin berkode 4B40 berkapasitas 1.500 cc MIVEC turbo dengan water-cooled intercooler. Jantung pacu ini mampu menghasilkan tenaga hingga 163 PS dan torsi puncak 250 Nm, memberikan dorongan tenaga yang kuat di berbagai kondisi jalan.
“Saya rasa untuk mesin turbo itu kan kuncinya adalah panas. Semakin panas mesinnya, semakin besar tenaga yang dihabiskan. Jadi walaupun mesinnya dia turbo, gak usah yang namanya geber-geber. Kenapa? Karena itu memancing turbo bekerja ekstra," ujar Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar saat berbincang belum lama ini.
"Kalau turbo bekerja ekstra, karena dia sistemnya adalah berputar. Berputar itu akan menghasilkan heat yang tinggi. Heat yang tadi. More power, more energy. You have less power, you have less energy. Jadi kita percaya aja, tenaganya itu kan mesinnya udah kontrol ya. Jadi gak usah pancing-pancing dengan gaya nyetir yang agresif,” katanya.
Rifat menyebutkan, mengadopsi sistem penggerak roda depan, Mitsubishi Motors memadukan teknologi all-wheel control-nya yang canggih, termasuk Active Yaw Control (AYC), untuk menghadirkan pengendaraan yang aman di berbagai permukaan jalan dan kondisi cuaca. Spesifikasi tersebut menjadikan Destinator menarik pengguna yang menginginkan SUV dengan karakter berkendara responsif, andal, sekaligus hemat bahan bakar.
Terdapat lima pilihan mode berkendara pada Destinator, yakni Normal Mode, Wet Mode, Gravel Mode, Mud Mode, dan Tarmac Mode. Fitur ini membuat pengemudi tenang karena mobil dapat beradaptasi lebih baik terhadap berbagai kondisi jalan. Mobil ini juga memiliki Panoramic Sunroof.
Di sisi lain, Mitsubishi Destinator dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi canggih Mitsubishi Motors Safety Sensing. Sistem ini memberikan tingkat keselamatan preventif tinggi melalui Adaptive Cruise Control (ACC), Forward Collision Mitigation System (FCM), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam (AHB), Leading Car Departure Notification (LCDN), dan Multi Around Monitor.
Dilengkapi dengan enam SRS airbag, model ini memastikan kinerja keselamatan tabrakan dengan struktur bodi berketebalan tinggi yang dirancang untuk menyerap energi benturan sekaligus meminimalkan deformasi kabin jika terjadi tabrakan.
Sebagai mobil keluarga, Mitsubishi Destinator menghadirkan pengalaman hiburan lewat Dynamic Sound Yamaha Premium, sistem audio hasil kolaborasi dengan Yamaha. Dilengkapi dengan 8 speaker dengan kualitas suara terasa lebih jernih, detail, dan merata ke seluruh kabin.
Rifat menuturkan sebagai mobil 7 penumpang, Mitsubishi Destinator memiliki solusi melalui akses baris ketiga yang lebih praktis. Melalui mekanisme pelipatan kursi tengah yang mudah dan ruang bukaan pintu optimal, penumpang dapat masuk ke baris ketiga tanpa repot. Fitur ini sangat membantu terutama bagi keluarga yang sering bepergian bersama anak-anak maupun orang tua.
“Mobil Destinator itu lebih boxy dibandingkan dengan Xpander. Pilar yang paling belakang itu lebih tegak. Lalu yang kedua adalah desainnya itu theater seat. Ini memang desainnya mobil the real 7-seater. Keunggulan dari theater seat itu adalah bangku paling depan, tengah, ke belakang semakin naik, semakin tinggi," ujarnya.
Pesaing Mitsubishi Destinator di pasar Indonesia saat ini berada di rentang harga Rp385 juta hingga Rp500 jutaan. Rival terberatnya meliputi SUV 7-seater serta MPV, antara lain Toyota Kijang Innova Zenix, Chery Tiggo 8 dan terbaru Wuling Eksion.
Editor: Dani M Dahwilani