Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Akan Naikkan Tarif Mobil Impor dari Eropa
Advertisement . Scroll to see content

Ancam Naikkan Tarif Mobil Impor dari Eropa, Trump Desak Produksi Kendaraan di Amerika 

Sabtu, 02 Mei 2026 - 18:00:00 WIB
Ancam Naikkan Tarif Mobil Impor dari Eropa, Trump Desak Produksi Kendaraan di Amerika 
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menaikkan tarif mobil impor dari Uni Eropa hingga 25 persen. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menaikkan tarif mobil impor dari Uni Eropa hingga 25 persen. Trump menyebut langkah tersebut berkaitan dengan dinamika kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. 

Meski belum dijelaskan secara rinci, kebijakan ini membuka peluang pergeseran fokus produksi ke pasar domestik AS.

Sejumlah produsen otomotif Eropa sebenarnya sudah lebih dulu mengantisipasi dengan membangun fasilitas produksi di Amerika Serikat. Di antaranya BMW, Volvo dan Mercedes-Benz yang terus memperluas investasinya.

Sementara itus, Volkswagen tengah mengembangkan fasilitas baru di Carolina Selatan untuk memproduksi model Scout Terra dan SUV Traveler. Langkah ini mencerminkan tren lokalisasi produksi demi menjaga efisiensi biaya dan stabilitas harga.

Kenaikan tarif diperkirakan mendorong produsen untuk semakin mengoptimalkan pabrik yang sudah ada di Amerika. Strategi ini dinilai lebih realistis dibanding membangun fasilitas baru dari nol yang membutuhkan waktu panjang.

Di sisi lain, kebijakan tersebut juga berpotensi memengaruhi struktur harga kendaraan impor. Biaya masuk yang lebih tinggi, produsen kemungkinan akan menyesuaikan strategi distribusi maupun komposisi produksi global.

Beberapa produsen bahkan mulai mempercepat penyesuaian lini produksi. Volvo direncanakan menambah produksi XC60 di pabrik South Carolina, sementara Mercedes-Benz bersiap memproduksi GLC di fasilitas Tuscaloosa.

Secara keseluruhan, rencana kenaikan tarif ini tidak hanya menjadi isu perdagangan, tetapi juga momentum bagi industri otomotif untuk beradaptasi. Produsen dituntut lebih fleksibel dalam menentukan lokasi produksi agar tetap kompetitif di pasar global.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut