Viral Showroom Motor Mewah di Desa Terpencil, Jual Model Langka Harganya Miliaran Rupiah
JAKARTA, iNews.id – Showroom atau dealer motor mewah biasanya berada di lokasi yang elit karena lebih dekat dengan target konsumennya. Tapi, berbeda dengan Bless Motorcycle yang memilih desa terpencil untuk berjualan motor-motor besar.
Bless Motorcycle merupakan sebuah dealer yang menjual motor besar dari berbagai merek yang bernilai miliaran rupiah. Dealer ini berlokasi di Jl. Kongsi Baru, Ds Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Gading, Kecematan Serpong, Ilago, Banten.
Meski berada di Tangerang Selatan yang merupakan penyangga DKI Jakarta, tapi lokasinya sangat jauh dari pusat keramaian. Kendati begitu, kawasan tersebut juga sedang dalam tahap pengembangan.
Sebuah showroom yang menjual motor mewah itu terungkap dalam video yang diunggah kanal YouTube Bobby Sant. Dalam video tersebut memang terlihat showroom berwarna hitam itu berada di sebuah perkampungan.
“Gua lagi ada di sebuah desa, tempat terpencil, ternyata di sini ada sebuah showroom Harley-Davidson namanya Bless Motorcycle Garage. Jadi kita pengen gerebek bengkel dan showroom, pengen tau harganya berapa,” kata Bobby dikutip dalam unggahan video di YouTube.
Dalam video tersebut, berjejer motor Harley-Davidson dari berbagai model dalam showroom tersebut. Bukan hanya menjual motor, di sana juga terdapat bengkel spesialis Harley Davidson.
Bagi pencinta motor besar, dipastikan bakal betah berlama-lama berada di Bless Motorcycle Garage. Pasalnya, ada banyak model Harley-Davidson baik yang dijual dan juga dijadikan koleksi dengan status unit terbatas.

Salah satu koleksinya adalah Harley-Davidson roda tiga yang merupakan produksi terbatas hanya 1.450 unit di seluruh dunia. Bless Motorcycle Garage memiliki unit yang ke-670, dan harganya ditaksir sekitar Rp1 miliaran.
Bukan hanya memamerkan Harley Davidson, Bless Motorcycle Garage juga memajang motor-motor tua ikonik. Namun, motor-motor tersebut bukan untuk dijual, melainkan sekadar pajangan.
Pemilik Bless Motorcycle Garage yang biasa disapa Koko Panca mengatakan alasan membangun showroom di desa terpencil karena anggaran yang dikeluarkan jauh lebih minim dibandingkan membangunnya di kawasan elit.
“Bukan low profile tapi low money. Sekarang kalo lu cari ruangan seperti ini, yang cukup gede lahannya, terus di tengah-tengah pusat kota, nggak sanggup. Kalo bapak gua Bobby Sant mampu lah gua beli,” ujar Panca.
Editor: Ismet Humaedi