Perbedaan BBM Dexlite dan Pertamina Dex, Bikin Kantong Pemilik SUV Diesel Terkuras
JAKARTA, iNews.id - Harga BBM nonsubsidi Dexlite dan Pertamina Dex naik. Ini setelah pemerintah melalui Pertamina melakukan penyesuaian tarif bahan bakar nonsubsidi per 18 April 2024.
Kenaikan tersebut terasa signifikan. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Dexlite kini dijual Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex mencapai Rp23.900 per liter. Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara BBM Dexlite dan Pertamina Dex?
Perbedaan BBM Dexlite dan Pertamina Dex adalah pada kualitas. Ini berpengaruh terhadap performa kendaraan diesel modern.
Mengacu pada informasi resmi PT Pertamina (Persero), Pertamina Dex merupakan bahan bakar diesel dengan kualitas lebih tinggi yang dirancang untuk mesin berteknologi terbaru (common rail) termasuk mesin diesel berstandar Euro 4.
Salah satu pembeda utama terletak pada angka cetane atau Cetane Number (CN) yang menentukan kualitas pembakaran.
Pertamina Dex memiliki CN 53, sehingga proses pembakaran lebih cepat dan efisien, membuat mesin lebih responsif dan bertenaga.
Selain itu, kandungan sulfur pada Pertamina Dex juga lebih rendah, yakni di bawah 300 ppm, sehingga lebih ramah lingkungan dan membantu menjaga kebersihan mesin.
Sementara itu, Dexlite hadir sebagai pilihan menengah dengan CN 51 yang tetap cukup baik untuk penggunaan harian kendaraan diesel.
Kandungan sulfur Dexlite berada di bawah 1.200 ppm, lebih tinggi dibanding Pertamina Dex, namun masih memenuhi standar untuk kendaraan modern.
Dari sisi fungsi, Dexlite lebih cocok untuk kendaraan diesel harian seperti SUV ladder frame yang tidak selalu membutuhkan performa maksimal.
Kenaikan harga yang hampir menyentuh Rp10.000 per liter ini berdampak langsung pada biaya operasional pemilik kendaraan, terutama SUV populer di Indonesia.
Pemilik Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport menjadi salah satu yang paling merasakan dampaknya.
Kedua mobil tersebut sudah mengusung standar emisi Euro 4 yang membutuhkan bahan bakar diesel berkualitas agar performa tetap optimal dan emisi terjaga.
Untuk Toyota Fortuner terbaru dengan kapasitas tangki 80 liter, biaya pengisian penuh kini melonjak drastis. Jika menggunakan Dexlite, total biaya mencapai Rp1.888.000.
Sedangkan jika memakai Pertamina Dex, pemilik harus merogoh kocek hingga Rp1.912.000 untuk sekali isi penuh.
Angka ini meningkat jauh dibanding sebelumnya yang hanya sekitar Rp1.160.000 untuk full tank Pertamina Dex. Artinya, ada tambahan beban sekitar Rp750.000 setiap kali mengisi penuh tangki bahan bakar.
Sementara itu, Mitsubishi Pajero Sport memiliki kapasitas tangki lebih kecil, yakni 68 liter. Menggunakan Dexlite, biaya full tank mencapai Rp1.604.800, Sedangkan dengan Pertamina Dex, totalnya menjadi Rp1.625.200.
Meski lebih kecil dari Fortuner, angka tersebut tetap tergolong tinggi untuk sekali pengisian bahan bakar.
Dalam penggunaan harian, konsumsi BBM juga menjadi faktor penting yang menentukan beban biaya bulanan. Untuk mesin diesel 2.4L atau 2.8L pada Fortuner, bahan bakar umumnya bisa bertahan antara 15 hingga 20 hari tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Kondisi lalu lintas yang padat seperti di perkotaan dapat mempercepat konsumsi bahan bakar karena pola stop-and-go yang intens. Selain itu, gaya mengemudi agresif dengan akselerasi mendadak juga membuat BBM lebih cepat habis.
Editor: Dani M Dahwilani