Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Asal Isi Air Aki, Begini 4 Cara Merawat Aki Basah agar Awet
Advertisement . Scroll to see content

Aki Basah Vs Aki Kering, Mana Lebih Awet?

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:47:00 WIB
Aki Basah Vs Aki Kering, Mana Lebih Awet?
Banyak pemilik kendaraan bingung memilih antara aki basah dan aki kering saat melakukan penggantian.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Aki (accu/baterai) menjadi salah satu komponen vital pada kendaraan karena berfungsi menyuplai daya listrik ke berbagai sistem, mulai dari starter, lampu, hingga perangkat elektronik lainnya. Namun, masih banyak pemilik kendaraan yang bingung memilih antara aki basah dan aki kering saat melakukan penggantian.

Meski memiliki fungsi yang sama, kedua jenis aki tersebut memiliki karakteristik berbeda dari segi elektrolit, perawatan, desain hingga usia pakai. Perbedaan ini perlu dipahami agar pemilik kendaraan dapat memilih aki sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan sehari-hari.

Dilansir dari lama Suzuki, salah satu perbedaan paling mendasar terletak pada cairan elektrolit yang digunakan. Aki basah menggunakan cairan asam sulfat berbentuk cair, sedangkan aki kering memanfaatkan elektrolit yang telah berbentuk gel atau lebih padat sehingga tidak mudah menguap.

Pada aki basah, pengguna perlu melakukan pengecekan rutin terhadap volume cairan. Jika air aki berkurang dan tidak segera ditambah, lempengan sel di dalam aki berisiko mengalami oksidasi sehingga kemampuan menyimpan daya listrik menurun. Sebaliknya, aki kering dirancang dengan sistem tertutup sehingga tidak memerlukan pengisian cairan secara berkala.

Dari sisi perawatan, aki kering sering disebut sebagai maintenance free (MF) karena minim perawatan. Hal ini membuatnya banyak dipilih oleh pemilik kendaraan dengan mobilitas tinggi yang tidak memiliki waktu untuk melakukan pengecekan rutin.

Sementara itu, aki basah membutuhkan perhatian lebih. Pengguna disarankan memeriksa kondisi cairan setidaknya sebulan sekali agar performa aki tetap optimal dan tidak mudah soak.

Perbedaan lain terlihat dari desain fisik. Aki basah umumnya menggunakan casing semi transparan sehingga ketinggian cairan dapat dipantau dengan mudah. Sebaliknya, aki kering memiliki wadah berwarna gelap dan tertutup rapat untuk menjaga kestabilan elektrolit di dalamnya.

Dari sisi harga, aki basah biasanya dibanderol lebih murah dibandingkan aki kering. Namun, biaya perawatan jangka panjang perlu diperhitungkan karena pengguna harus rutin menambah air aki dan melakukan pengecekan kondisi baterai.

Lalu, mana yang lebih awet?

Jawabannya bergantung pada cara penggunaan dan perawatan kendaraan. Aki kering menawarkan kemudahan karena tidak memerlukan perhatian khusus, sedangkan aki basah berpotensi memiliki usia pakai lebih panjang jika dirawat secara disiplin dan volume cairannya selalu terjaga.

Agar aki lebih tahan lama, pemilik kendaraan disarankan rutin membersihkan terminal dari kerak atau korosi yang dapat menghambat aliran listrik. Kendaraan yang jarang digunakan juga perlu dipanaskan secara berkala agar daya aki tidak berkurang akibat proses self-discharge.

Selain itu, kondisi alternator dan regulator juga harus dipastikan bekerja normal. Sistem pengisian yang bermasalah dapat menyebabkan aki mengalami overcharge maupun undercharge yang berujung pada penurunan performa dan usia pakai.

Penggunaan aksesori elektronik tambahan seperti lampu berdaya besar atau sistem audio yang melebihi kapasitas aki juga perlu diperhatikan. Beban listrik berlebih dapat membuat aki bekerja lebih keras dan mempercepat kerusakan.

Pada akhirnya, pilihan antara aki basah dan aki kering bergantung pada kebutuhan, anggaran, serta kebiasaan perawatan masing-masing pengguna. Bagi yang mengutamakan kepraktisan, aki kering bisa menjadi pilihan. Namun bagi pemilik kendaraan yang telaten melakukan perawatan, aki basah tetap menawarkan daya tahan yang kompetitif dengan biaya awal yang lebih terjangkau.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut