Waspada, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Naik 327 Jadi 2.706 Orang
JAKARTA, iNews.id - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut kasus aktif Covid-19 di ibu kota naik 327 orang pada Selasa (14/6/2022). Total kasus aktif Covid-19 di Jakarta kini mendekati 3.000 orang.
"Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 2.706 (orang yang masih dirawat/isolasi)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Rabu (15/6/2022).
Dinkes DKI Jakarta pun mengimbau agar masyarakat mewaspadai penularan varian baru Omicron yang kini sudah masuk Indonesia. Upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas.
Data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat pada Selasa (14/6/2022) dilakukan tes PCR sebanyak 8.632 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 8.034 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 517 positif dan 7.517 negatif.
Waspada, Kasus Baru Covid-19 Bertambah 930 Orang
Selain itu, dilakukan pula tes antigen hari ini sebanyak 14.330 orang dites, dengan hasil 252 positif dan 14.078 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.236.374 dengan tingkat kesembuhan 98,6 persen, dan total 15.304 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6 persen," ucapnya.
Dwi juga menyampaikan, target tes WHO yaitu 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta minimum 10.645 orang dites per minggu.
"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 48.078 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 1.025.711 per sejuta penduduk," ujarnya.
Lebih lanjut, Dwi menyebut positivity rate di Jakarta kembali menyentuh standar organisasi kesehatan dunia (WHO).
"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 5 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,5 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," tuturnya.
Editor: Rizal Bomantama