Waspada! Ini Modus Scam Tiket Pesawat yang Dialami Patricia Gouw
JAKARTA, iNews.id - Kasus penipuan berkedok pembelian tiket pesawat online kembali menjadi sorotan setelah dialami model dan presenter Patricia Gouw. Lewat unggahan video di TikTok, Patricia membagikan kronologi bagaimana dirinya hampir menjadi korban scam yang memanfaatkan situasi panik calon penumpang yang membutuhkan tiket mendadak.
Patricia Gouw mengaku saat itu sedang berada di Bali dan harus segera kembali ke Jakarta menggunakan penerbangan malam. Namun karena waktu keberangkatan sudah terlalu dekat, ia kesulitan membeli tiket melalui aplikasi online travel agent.
"Nah, intinya kalau mau beli di apps itu minimal 3 jam atau 4 jam sebelum keberangkatan," ujar Patricia, dikutip Senin (25/5/2026)
Karena terburu-buru, Patricia akhirnya mencari tiket lewat Google dan menemukan nomor telepon yang mengaku dapat membantu pemesanan penerbangan cepat. Di situlah modus penipuan mulai berjalan.
Pelaku pertama-tama meminta Patricia mengirim data pribadi berupa foto KTP dan paspor anaknya dengan alasan untuk proses booking tiket. Setelah data dikirim, Patricia menerima invoice pembayaran dan diminta mentransfer uang sekitar Rp1,8 juta.
Awalnya proses tersebut terlihat meyakinkan. Namun setelah uang ditransfer, pelaku mulai menjalankan modus berikutnya dengan meminta pembayaran tambahan sebesar Rp2.500 karena alasan sistem error.
Tak hanya itu, pelaku juga terus mendesak Patricia membuka layanan KlikBCA untuk menyelesaikan transaksi. Dari situlah Patricia mulai merasa ada yang janggal.
“Dia maksa banget suruh buka KlikBCA,” ungkapnya.
Beruntung, Patricia tidak melanjutkan instruksi tersebut. Sebab menurut cerita dari para pengikutnya di media sosial, banyak korban lain yang justru kehilangan uang dalam jumlah besar setelah memberikan akses transaksi kepada pelaku.
“Kalau once kalian keluarin KlikBCA dan si token itu untuk mentransfer, itu bisa habis semua,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, Patricia menyadari bahwa modus scam tiket pesawat biasanya memanfaatkan kepanikan calon penumpang yang membutuhkan penerbangan mendadak. Pelaku membuat proses terlihat profesional mulai dari komunikasi, invoice pembayaran, hingga alasan error sistem agar korban terus mengikuti instruksi.
Patricia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan nomor pemesanan tiket yang ditemukan sembarangan di internet. Ia juga mengimbau agar data pribadi seperti KTP, paspor, maupun akses mobile banking tidak diberikan kepada pihak yang belum jelas keamanannya.
Usai menyadari dirinya diduga menjadi korban scam, Patricia langsung menghubungi pihak bank untuk memblokir rekening dan kartu kredit guna mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi.
“Kalau kalian kirim KTP, kasih gambar apa kek di tengah-tengahnya,” pungkas Patricia.
Editor: Muhammad Sukardi