Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Kasus Pasien Cuci Darah Ditolak Berobat gegara BPJS Nonaktif, Wamenkes Turun Tangan!
Advertisement . Scroll to see content

Wamenkes Sebut Hasil Kajian KIPI Vaksin AstraZeneca Keluar Pekan Ini

Senin, 24 Mei 2021 - 14:16:00 WIB
Wamenkes Sebut Hasil Kajian KIPI Vaksin AstraZeneca Keluar Pekan Ini
Vaksin AstraZeneca. (Foto: Ist).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menghadiri pemberian vaksin Covid-19 untuk 890 relawan kasus kekerasan lerempuan dan anak di Perpusnas, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (24/5/2021). Merk vaksin yang digunakan dalam program ini yakni AstraZeneca.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, memastikan efektivitas dan keamanan dari penggunaan vaksin AstraZeneca yang diberikan kepada para pegiat dan relawan kasus kekerasan perempuan dan anak tersebut. Vaksin AstraZeneca telah digunakan lebih dari 1 miliar vaksinasi di seluruh dunia. 

Meskipun dinyatakan aman, namun Dante mengakui bahwa dilihat dari angka kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dari vaksin AstraZeneca lebih tinggi sedikit daripada vaksin Sinovac. Hanya, dari nilai kemanfaatan antara vaksin AstraZeneca dan Sinovac adalah sama.

“Evaluasi sedang kita lakukan dan memang yang paling penting adalah evaluasi KIPI-nya ini. Kalau yang sudah diimunisasi ada kejadian-kejadian efek samping akibat vaksinasi ini, boleh melapor ke center vaksinasi yang ada dan untuk hasil kajian KIPI dengan batasan usia sedang kami bahas dan dalam minggu-minggu ini kita keluarkan,” katanya dikutip dari rilis resmi Kemenko PMK, Senin (24/5/2021).

Sementara itu, dia menyatakan pemerintah lintas sektoral masih akan terus melakukan upaya percepatan vaksinasi. Kemenkes menargetkan percepatan vaksinasi mencapai 1 juta vaksinasi perhari dengan asumsi vaksinasi yang ada saat ini sudah cukup ditambah vaksinasi gotong-royong yang dimulai sejak 18 Mei lalu.

Sementara itu, MenPPPA Bintang Puspayoga menambahkan pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap pemerhati perempuan sebanyak 327 orang pada April lalu bertepatan dengan Hari Kartini. Sedangkan vaksinasi kali ini melibatkan 890 pegiat relawan kekerasan perempuan dan anak dari 67 organisasi.

“Concern kita adalah untuk bisa menurunkan angka kekerasan perempuan dan anak. Dengan vaksinasi ini akan memberikan rasa aman bagi mereka untuk memberikan pendampingan pada perempuan dan anak korban kekerasan,” kata Bintang.

Selain Wamenkes dan Menteri PPPA, acara vaksinasi untuk relawan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini juga dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendy.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut