Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Wamenhub Ungkap Sewa Jet Pribadi Meningkat saat Lebaran 2026

Rabu, 01 April 2026 - 13:48:00 WIB
Wamenhub Ungkap Sewa Jet Pribadi Meningkat saat Lebaran 2026
Ilustrasi sewa jet selama libur Lebaran 2026 meningkat. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana melaporkan pesanan sewa private jet atau jet pribadi selama libur Lebaran 2026 meningkat. Awalnya, ia mengaku sektor penerbangan nasional tak terdampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Menurutnya, kondisi penerbangan di Indonesia baik-baik saja.

“Nggak ada pengaruh, everything is okay lah gitu ya,” kata Suntana di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Kemudian, ia pun mengatakan berdasarkan data terdapat kenaikan sewa jet pribadi selama libur Lebaran 2026.

“Ya karena jumlah penerbangan di data sekarang ini mengalami kenaikan termasuk private jet, pemesanan private jet juga bertambah untuk tahun Lebaran ini," sambungnya.

Sewa jet pribadi, kata Suntana, dilakukan masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga.

 “Kami laporkan, terjadi kenaikan memang kebutuhan pesawat dan pesanan privat jet untuk kebutuhan silaturahmi juga cukup tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya, Suntana juga menjelaskan bahwa jumlah penumpang angkutan umum selama masa Lebaran tercatat mencapai 23,54 juta orang. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sekaligus pergeseran preferensi masyarakat dalam menggunakan transportasi umum di berbagai moda.

“Jadi ada pergeseran masyarakat kita memanfaatkan angkutan umum di semua sektor. Jadi pada menggunakannya (transportasi umum),” katanya.

Rinciannya, moda angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,6%, angkutan laut naik 9,86%, dan angkutan udara meningkat 6,97%. Sementara itu, kereta api mencatat pertumbuhan sebesar 10%. 

Di sisi lain, Suntana mengatakan bahwa terjadi pergerakan kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 2,90 juta kendaraan, meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusi perjalanan didominasi ke arah Jawa Tengah sebesar 51%, Jawa Timur 26,5%, serta 22% menuju wilayah barat dan selatan seperti Bogor dan Sukabumi, yang juga menjadi tujuan wisata masyarakat.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut