Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KSPI Terima Laporan PHK Massal Buruh Gudang Garam, Bagaimana Faktanya?
Advertisement . Scroll to see content

Viral PHK Massal Gudang Garam, Laba Perusahaan Ternyata Merosot

Minggu, 07 September 2025 - 12:13:00 WIB
Viral PHK Massal Gudang Garam, Laba Perusahaan Ternyata Merosot
Isu PHK massal di tubuh PT Gudang Garam Tbk viral di media sosial (dok. IDXChannel)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di tubuh PT Gudang Garam Tbk viral di media sosial. Isu ini mencuat di tengah kinerja keuangan PT Gudang Garam yang terpantau mengalami penurunan secara drastis.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari cukai yang tinggi hingga maraknya peredaran rokok ilegal yang dijual murah.

Berdasarkan laporan keuangan semester pertama yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (7/9/2025), per tanggal 31 Juli 2025, perseroan hanya mampu mencetak laba bersih senilai Rp117,16 miliar.

Padahal jika ditarik ke tahun 2023 lalu, Gudang Garam sempat mencetak untung sebesar Rp5,32 triliun. Lalu, penurunan laba secara signifikan terjadi di tahun 2024, laba perusahaan anjlok menjadi Rp980,8 miliar.

Hingga kini, manajemen Gudang Garam belum memberikan tanggapan atas kabar PHK massal tersebut. Gudang Garam diketahui berencana menggelar public expose (pubex) pada Kamis 11 September 2025 mendatang.

Agenda ini bakal diselenggarakan secara daring dan masuk ke dalam agenda Public Expose Live 2025.

Gudang Garam merupakan perusahaan milik keluarga Wonowidjojo melalui perusahaan induk PT Suryaduta Investama, yang menguasai 69,29 persen saham. 

Konglomerat Susilo Wonowidjojo menjadi pemegang saham utama sekaligus generasi kedua penerus bisnis yang dirintis Surya Wonowidjojo pada 1958.

Pada tanggal 27 Agustus 1990, perusahaan ini resmi menjadi perusahaan publik, dengan melepas 57 juta saham di Bursa Efek Jakarta dan 96 juta saham di Bursa Efek Surabaya, dengan penawaran perdana pada harga Rp10.250/lembar.

Setelahnya, Gudang Garam sempat menjadi perusahaan konglomerasi terbesar kelima di Indonesia. Perusahaan ini tidak terlalu bergantung pada utang luar negeri, sehingga tidak terdampak krisis keuangan yang menimpa Indonesia pada akhir dekade 1990-an.

Pada milenium baru, tepatnya di 2001, perusahaan telah memiliki enam pabrik dengan total luas 100 hektar dan mempekerjakan lebih dari 40.000 orang pekerja.

Di tahun 2017, perusahaan ini menguasai sekitar 21 persen pangsa pasar rokok nasional, dengan pabrik di Kediri, Sumenep, Karanganyar dan Gempol.

KSPI Terima Laporan PHK Massal

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal mengaku telah mendapatkan laporan kabar PHK massal buruh pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk. Dia mengatakan, jumlah pasti buruh yang terkena PHK masih dihimpun.

"Kami baru dapat kabarnya, telah terjadi PHK buruh rokok PT Gudang Garam dari anggota KSPI. (Jumlahnya) lagi dicek," ujar Said Iqbal kepada iNews.id, Sabtu (6/9/2025).

Dia menilai, jika kabar tersebut benar akan menjadi alarm perekonomian Indonesia sedang tidak baik. Sebab, hal tersebut menunjukkan adanya pelemahan daya beli masyarakat terhadap suatu produk.

"Ini membuktikan daya beli masyarakat masih rendah sehingga produksi pabrik menurun," kata dia.

Said Iqbal juga menyoroti beban pajak yang harus ditanggung industri rokok. Hal itu mengakibatkan produk yang dikeluarkan kalah saing dengan rokok-rokok ilegal tanpa cukai.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut