Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menristekdikti Ancam Beri Sanksi Rektor yang Dorong Mahasiswa Demonstrasi
Advertisement . Scroll to see content

Usai Pengukuhan, DRN Diharap Mampu Berinovasi dan Mengoordinasikan Riset

Sabtu, 06 Juli 2019 - 23:31:00 WIB
Usai Pengukuhan, DRN Diharap Mampu Berinovasi dan Mengoordinasikan Riset
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) masa bakti 2019-2022 resmi dikukuhkan. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memimpin pengukuhan anggota DRN yang berjumlah 74 orang dari berbagai keahlian itu.

Menristekdikti Mohamad Nasir berharap pengurus DRN yang baru selain dapat meningkatkan riset, juga mampu mendorong inovasi. "Riset akan semakin meningkat dengan kepengurusan DRN yang baru ini. Begitu juga dengan inovasi semakin bertambah sehingga bisa memberi nilai tambah pada ekonomi Indonesia," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/7/2019).

Setidaknya, Nasir mencatat, ada beberapa bidang yang perlu menjadi perhatian khusus para anggota DRN. Pertama, di bidang pangan dan pertanian, yakni bagaimana riset tentang petani sehingga dapat swasembada pangan dan betul-betul dirasakan masyarakat.

Di bidang kesehatan dan obat-obatan, menurut dia, juga perlu adanya riset dan inovasi yang bisa dirasakan masyarakat. Sedangkan di bidang telekomunikasi, inovasi merupakan sesuatu yang mutlak karena di era sekarang ini memiliki peranan besar.

"Di bidang pertahanan, kita harus bisa mengembangkan teknologi pertahanan yang kuat," kata doktor lulusan Universiti Sains Malaysia (USM), Penang, Malaysia ini.

Tak lupa, Nasir juga meminta para anggota DRN memberikan perhatian pada bidang bencana. Perhatian itu untuk mengelola bencana dan penanganannya sehingga dapat menekan angka korban yang berjatuhan. Dia juga berharap bidang humaniora, pendidikan dan budaya diperkuat.

"Jangan sampai pertumbuhan teknologi mengacak-ngacak budaya kita," katanya seraya memberi pesan.

Selain itu dia juga berharap DRN dapat melakukan koordinasi riset pada Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang melakukan riset. LPNK nantinya dapat menjadi eksekutor riset yang direncanakan.

Sistem tersebut akan dijabarkan dalam peraturan presiden Rencana Induk Riset Nasional (RIRN). Tujuannya agar penelitian yang dilakukan terkoordinasi dengan baik dan tidak melakukan riset sesuai dengan keinginan sendiri.

DRN juga diminta untuk melakukan koordinasi riset-riset yang ada di setiap kementerian. "Tanpa ada koordinasi yang baik, maka optimalisasi riset sulit akan dicapai," ujar Nasir.

Berikut Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) Periode 2019-2022 beserta komisi teknisnya yang dikukuhkan pada Kamis (4/7/2019):

Komisi Teknis Pangan dan Pertanian

1. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si (Kementerian Pertanian)
2. Dr. Ngakan Timur Antara (Kementerian Perindustrian)
3. Prof. Dr. drh. Herdis, M.Si (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
4. Ir. Utama Kajo (Kamar Dagang Indonesia)
5. Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU (Badan Restorasi Gambut)
6. Dr. Ir. I Wayan Budistra, M.Agr (Institut Pertanian Bogor)
7. Dr. Ir. Agus Somamihardja (PT. Kawan Kita Mitra Lestari)
8. Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc (Universitas Gadjah Mada)

Komisi Teknis Energi

1. Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc (Kementerian Energi dan Sumber)
2. Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto (Badan Tenaga Nuklir Nasional)
3. Prof. Triyogi Yuwono, Ph.D (Institut Teknologi Sepuluh November)
4. Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana M.K., M.T (Universitas Indonesia)
5. Dr. Ir. Agus Purwadi, MT (Institut Teknologi Bandung)
6. Ir. Hardiv Harris Situmeang, MSc, D.Sc (Indonesian National Committee – World Energy Council)
7. Dr. Tirto Prakosa Brojonegoro, M.Eng (Institut Teknologi Bandung)
8. Dr. Deendarlianto, ST., M.Eng (Universitas Gadjah Mada)

Komisi Teknis Teknologi, Informasi dan Komunikasi

1. Dr. Basuki Yusuf Iskandar (Kementerian Komunikasi dan Informatika)
2. Shinta Dhanu Wardoyo, MBA (PT. Bubu Kreasi Perdana)
3. Dr. Eng. Wardi, ST., M.Eng (Universitas Hasanuddin)
4. Dr. Asep Karsidi, M.Sc (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
5. Prof. Dr. Heru Suhartanto (Universitas Indonesia)
6. Dr. Ir. Ashwin Sasongko Sastrosubroto, M.Sc., Ph.D, IPU (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
7. Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc (Universitas Gadjah Mada)
8. Fajar Harry Sampurno Kuffal, Ph.D (Kementerian Badan Usaha Milik Negara)

Komisi Teknis Transportasi dan Maritim

1. Ir. Sugihardjo, M.Si (Kementerian Perhubungan)
2. Ir. Heri Yansyah, M.Sc (PT. Dirgantara Indonesia)
3. Ir. Tri Achmadi, Ph.D (Institut Teknologi Sepuluh November)
4. Dr. Agus Eko Nugroho (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
5. Dr. Ir. Ruchyat Deni Djakapermana, M.Eng (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)
6. Prof. Ade Sjafruddin, M,Sc., Ph.D (Institut Teknologi Bandung)
7. Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc (Eng) (Universitas Gadjah Mada)
8. Prof. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D (Universitas Gadjah Mada)

Komisi Teknis Pertahanan dan Keamanan

1. Dr. Ir. Anne Kusmayati (Kementerian Pertahanan)
2. Dr. Kennedy Simanjuntak, MA (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
3. Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)
4. Dr. Ir. Ade Bagdja, MME (PT. PINDAD)
5. Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA (Universitas Indonesia)
6. Marsma TNI Dr. Ir. Gita Amperiawan, M.Sc., MBA (PT. Dirgantara Indonesia)
7. Prof. Dr. Sigit Riyanto, SH., LLM (Universitas Gadjah Mada)
8. Drs. Bambang S. Tejasukmana, Dipl.Ing (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)

Komisi Teknis Kesehatan dan Obat

1. Dr. Siswanto, MPH, DTM (Kementerian Kesehatan)
2. Prof. Dr. Achmad Syahrani, MS.Apt (Universitas Airlangga)
3. Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K) (Universitas Indonesia)
4. Dr. Trisa Wahyuni Putri, M.Kes (Kementerian Kesehatan)
5. Ir. H. Ade Tarya Hidayat (Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia)
6. Prof. Dr. H. Ahmad M. Ramli, SH, MH, FCB.Arb (Kementerian Komunikasi dan Informatika)
7, Prof. dr. Adi Utarini, M.S, MPH., Ph.D (Universitas Gadjah Mada)
8. Dr. Boenjamin Setiawan (PT. Kalbe Farma)

Komisi Teknis Material Maju

1. Dr. Dwi Gustiono, S.Si., M.Eng (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
2. Eddy Giri Rachman Putra, Ph.D (Badan Tenaga Nuklir Nasional)
3. Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph.D (Institut Teknologi Bandung)
4. Nofrijon Sofyan, Ph.D (Universitas Indonesia)
5. Ir. Zakiyudin (Kementerian Perindustrian)
6. Ir. Koesnohadi, M.Eng (PT. Krakatau Natural Resources)
7. Dr. Nurul Taufiqu Rachman, M.Eng (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
8. Prof. Ir. Jamasri, Ph.D (Universitas Gadjah Mada)

Komisi Teknis Sosial, Humaniora, Pendidikan, Seni, dan Budaya

1. Prof. Dr. Ainun Na’im, Ph.D., M.B.A (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)
2. Dr. Ir. Nunung Nuryantono, M.Si (Institut Pertanian Bogor)
3. Dr. Wahyu Dewati, SE., Akt., MA (Bank Indonesia)
4. Prof. Dr. R Siti Zuhro, MA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
5. Prof. Dr. Ravik Karsidi (Universitas Sebelas Maret)
6. Ir. Muhammad Najikh (PT. Kelola Mina Laut)
7. Dr. Drs. Kuskridho Ambardi, MA (Universitas Gadjah Mada)
8. Dr. Elan Sastriawan, M.Ec (Universitas Gadjah Mada)
9. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (UIN Syarif Hidayatullah)

Komisi Teknis Lingkungan dan Kebencanaan

1. Prof. Sudharto P Hadi, Ph.D (Universitas Diponegoro)
2. Dr. Eng Andi Eka Sakya, M.Eng (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
3. Dr. Muhammad Dimyati (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)
4. Prof. Dr. Suratman, M.Sc (Universitas Gadjah Mada)
5. Dr. Khairul Munadi, M. Eng (Universitas Syiah Kuala)
6. Ir. Bernardus Wisnu Widjadja, M.Sc (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
7. Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
8. Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D (Institut Teknologi Bandung)
9. Dr. Surono (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut