Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
Advertisement . Scroll to see content

Usai Disentil Sahroni, KPK Revisi Usulan Tambahan Anggaran Jadi Nyaris Rp1 Triliun

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:01:00 WIB
Usai Disentil Sahroni, KPK Revisi Usulan Tambahan Anggaran Jadi Nyaris Rp1 Triliun
Ketua KPK Setyo Budiyanto (foto: Felldy Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menaikkan usulan tambahan anggaran tahun 2027 dari yang semula Rp762 miliar, menjadi Rp989 miliar. Kenaikan usulan ini dilakukan setelah pimpinan Komisi III DPR meminta lembaga antirasuah untuk menaikkan usulannya, bahkan hingga Rp5 triliun.

"Kami tambahkan usulan, ya, karena ada masukan dan segala macam, saya juga langsung berkomunikasi intens dalam pelaksanaan rapat tersebut dengan Biro Keuangan dan dengan Pak Sekjen. Maka dimunculkanlah tambahan angka yang awalnya Rp762 menjadi Rp989 miliar," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto usai rapat bersama Komisi III DPR, Rabu (17/6/2026).

Selain adanya masukan dari mitra kerja, dia menyebut perubahan usulan anggaran ini memang sangat relevan. Setyo merasa perubahan usulan ini bersifat dinamis.

"Nah, dengan situasi dan kondisi seperti itu, yang saya sebut dinamis, awalnya.... usulan, kemudian dalam proses rapat kerja tadi berkembang, ya kemudian kami tambahkan," ujarnya.

Dia menegaskan usulan tambahan ini sudah dihitung secara matang oleh Biro Keuangan dan Sekjen KPK.

"Jadi bukan angka yang sifatnya tiba-tiba muncul, nggak," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta KPK mengajukan tambahan anggaran di atas dari jumlah yang telah diajukan. Bahkan, jika perlu KPK mengajukan langsung Rp5 triliun.

Diketahui, KPK mengajukan tambahan anggaran 2027 sebesar Rp762 miliar. Permintaan ini dilayangkan setelah lembaga antirasuah mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp1,23 triliun.

Sahroni mengatakan, hal ini didasarkan komitmen yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat anggaran aparat penegak hukum.

"Karena Pak Presiden sudah ngomong Pak. Jadi kalau Bapak tampilin di paparan tadi, kan minta berapa-berapa saja dikasih. Pak, ajuin 5T Pak! Tanggung Pak!" Kata Sahroni di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut