Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak Papua Tewaskan 5 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Update Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua, 3 Orang Masih Dicari

Senin, 01 Juni 2026 - 07:16:00 WIB
Update Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua, 3 Orang Masih Dicari
Puluhan rumah warga rusak imbas ledakan dahsyat yang terjadi di Biak Numfor, Papua. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BIAK, iNews.id - Proses pencarian korban ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, masih terus dilakukan. Hingga Minggu (31/5/2026) malam, aparat kepolisian menyatakan tiga orang masih dalam pencarian setelah ledakan dahsyat yang menewaskan lima warga dan merusak 10 rumah penduduk.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIT dan mengguncang kawasan permukiman warga. Ledakan berkekuatan besar itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, berdasarkan data sementara, lima korban telah ditemukan dalam kondisi tewas. Sementara tiga korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan.

"Saya baru rilis sementara ledakan bom perang dunia ke II menyebabkan lima orang meninggal. Tiga orang masih dilakukan pencarian," ujar Ari, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, proses pencarian korban masih berlangsung bersamaan dengan upaya sterilisasi lokasi yang dinilai belum aman untuk diakses masyarakat.

"Masih kita telusuri untuk jenazah korban ini yang baru ditemukan ini ada 5 jenazah meninggal dunia, yang 3 masih dalam pencarian. Lokasi kejadian masih belum steril," katanya.

Polisi bersama personel Brimob Polda Papua saat ini masih melakukan pengamanan dan pemeriksaan menyeluruh di area ledakan. Aparat khawatir masih terdapat material berbahaya lain yang berpotensi memicu ledakan susulan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mendekati lokasi kejadian hingga proses sterilisasi selesai dilakukan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati tempat kejadian perkara (TKP) untuk sementara, karena kondisi masih belum aman. Selain itu untuk menjaga terjadi ledakan susulan," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Biak Numfor Ipda Daniel Rumpaidus mengungkapkan jumlah rumah warga yang terdampak ledakan bertambah menjadi 10 unit berdasarkan pendataan terbaru di lapangan.

"Data sementara terdapat 10 rumah warga yang mengalami korban akibat ledakan bom perang dunia II," kata Ipda Daniel.

Dia menjelaskan, identitas korban meninggal yang telah terdata sementara masing-masing berinisial MR, DR, MA, IR, YR, dan AM. Namun data tersebut masih terus diverifikasi karena proses identifikasi dan pencarian korban masih berlangsung.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga merusak sejumlah rumah milik warga di sekitar lokasi. Polisi masih melakukan pendataan kerusakan sekaligus mengumpulkan keterangan saksi guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Beredar informasi bahwa ledakan diduga terjadi saat sejumlah warga berusaha membuka atau memotong benda yang diduga bom peninggalan Perang Dunia II. Benda tersebut disebut-sebut hendak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bom ikan. Namun informasi itu masih sebatas dugaan dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik.

Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan sumber ledakan, kronologi kejadian, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Hingga kini, fokus utama aparat adalah menemukan tiga korban yang masih hilang sekaligus memastikan lokasi benar-benar aman sebelum warga diperbolehkan kembali beraktivitas di sekitar area ledakan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut