Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPB Wanti-Wanti Potensi Karhutla Besar pada 2027
Advertisement . Scroll to see content

UPDATE: Korban Tewas Tsunami Selat Sunda 168 Orang

Minggu, 23 Desember 2018 - 15:56:00 WIB
UPDATE: Korban Tewas Tsunami Selat Sunda 168 Orang
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: iNews.id/Dok.)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat tsunami yang menerjang pantai Selat Sunda hingga Minggu pukul 13.00 WIB bertambah menjadi 168 orang.

“Terkait dengan banyaknya korban, hal itu disebabkan karena wilayah terdampak merupakan tempat tujuan wisata dan kebetulan kejadian terjadi saat libur panjang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Yogyakarta, Minggu (23/12/2018).

Selain korban meninggal dunia, menurut Sutopo, berdasarkan data yang didapat dari tiga kabupaten terdampak tsunami yaitu Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan, tercatat sebanyak 745 orang luka-luka, 30 orang hilang, 558 rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak.

Daerah yang mengalami kerusakan paling parah, menurut dia, berada di Kabupaten Pandeglang dengan 126 korban meninggal dunia, 624 korban luka-luka, empat hilang, 446 rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 350 kapal dan perahu rusak, 60 warung rusak, dan kerusakan puluhan mobil serta sepeda motor.

Sejumlah akses jalan juga dilaporkan mengalami kerusakan seperti akses Serang dan Pandeglang yang terputus.

Sutopo menuturkan, tsunami Selat Sunda datang secara tiba-tiba pada Sabtu (22/12/2018) malam sekitar pukul 21.27 WIB dengan ketinggian dua hingga tiga meter. “Tidak ada tanda-tanda, gejala atau peringatan dini dari pihak manapun terkait kejadian tersebut,” katanya.

Seluruh pihak terkait, lanjut Sutopo, masih terus melakukan evakuasi terhadap korban tsunami dengan menggunakan sejumlah alat berat dan pendataan terhadap daerah terdampak.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut