Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dosen Unpam Latih Siswa SMK Letris Indonesia Public Speaking, Bekal Hadapi Dunia Kerja
Advertisement . Scroll to see content

Universitas Pamulang Gelar Seminar Nasional Islam dan Ilmu Pengetahuan, Hadirkan Ulama-Ilmuwan

Jumat, 28 Juni 2024 - 21:43:00 WIB
Universitas Pamulang Gelar Seminar Nasional Islam dan Ilmu Pengetahuan, Hadirkan Ulama-Ilmuwan
KH Cholil Nafis menjadi salah satu pembicara seminar nasional di Unpam (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dosen agama yang tergabung dalam Lembaga Kajian Keagamaan dan Universitas Pamulang (LKK-Unpam) menggelar seminar nasional keagamaan yang berjudul Islam dan Ilmu Pengetahuan bertema Artificial Intelligence antara Kemajuan Teknologi dan Kemunduran Akhlak, Kamis (27/6/2024). Lokasinya di Auditorium Darsono Universitas Pamulang Kampus 2 Viktor Tangerang Selatan.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten yaitu Prof Thomas Djamaluddin yang pernah menjadi Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) 2014-2021 dan KH Muhammad Cholil Nafis, Phd.

Dalam pemaparannya, Kiai Cholil Nafis menjelaskan bahwa di dalam Alquran ada perintah iqro yaitu membaca. 

“Iqro bisa juga dipahami dalam dunia akademik adalah melakukan penelitian. Jika melakukan penelitian maka ada proses membaca, menguasai teori, observasi dengan melihat fenomena. Islam menjadi penyeimbang antara membaca yang meningkatkan spiritual dan intelektualitas,” ujarnya.  

Dia melanjutkan AI membawa perubahan dalam semua sektor kehidupan. 

“Saat ini, industri untuk otomatisasi dan efisiensi. Dalam bidang kesehatan akan membantu diagnosis dan merancang perawatan. Dalam bidang teknologi akan muncuk informasi dan komunikasi. Dalam bidang keuangan, AI bisa digunakan untuk mendeteksi penipuan dan manajemen resiko,” tuturnya.

Kiai Cholil juga mengaitkan antara AI dan agama. AI membuka cakrawala baru dalam menginterpretasikan dan memahaman teks agama.

“Dengan adanya AI akan membantu dengan mudah dan cepat yang selama beradab-abad menjadi tugas dan domain para ulama dan teolog, yang menghabiskan tahun-tahun mereka untuk mempelajari dan memahami teks-teks suci. AI itu mesin, alat, jangan jadikan ia sebagai guru. AI hanya merangsang agar kita bisa mencari ilmu pengetahuan. Tapi dalam mencari ilmu tetap mencari guru. AI hanya membantu memberikan pengetahuan awal saja,” katanya.

Prinsip menggunakan AI harus ada prinsip amanah, insaniyah dan hikmah. 

Kiai Cholil Nafis mengatakan bahwa peran kaum intelektual atau ulama menjadi sangat penting di era ini. 

“Menggunakan AI untuk memaksimalkan penyebaran narasi dan dakwah, membimbing masyrakat untuk menjaga originalitas intelektual dan ajaran agama dari sumber yang berwenang,” ujarnya.
 
Thomas Djamaluddin sebagai Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Pusat Riset Antariksa, BRIN, Anggota Tim Hisab Rukyat, Kementerian Agama RI menjelaskan tantangan Alquran untuk menembus langit dan bumi dengan Iptek.

“Alquran memberikan motivasi untuk selalu mencari ilmu. Sebab, orang yang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah. Hal ini tertera dalam surat Mujadilah ayat 11. Begitu juga dalam surat Ali Imran ayat 190-191 tentang Ulil Albab. Ciri-ciri Ulil Albab adalah yang selalu ingat Allah dalam setiap kondisi, bertafakur dan yang selalu mengagungkan kekuasaan-Nya,” kata Prof Thomas.

Oleh sebab itu, Prof Thomas menjelaskan bagaimana menempatkan sains dan Alquran. Prof Thomas meningatkan dalam sebuah surat ar-Rahman ayat 33 bahwa kata Sulthan adalah kekuatan untuk menembus bumi dan langit.

“Untuk menembus penjuru langit dan bumi dengan Sulthan adalah kekuatan yaitu IPTEK. Kekuatan sains dan teknologi,” tuturnya. 

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut