Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Razman Singgung Isu Ijazah Jokowi Tak lagi Murni Kasus Hukum: Ada Kepentingan Politik
Advertisement . Scroll to see content

Ukuran 2 Salinan Ijazah Disorot Roy Suryo, Pengacara Jokowi: Cuma Persoalan Fotokopi

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:48:00 WIB
Ukuran 2 Salinan Ijazah Disorot Roy Suryo, Pengacara Jokowi: Cuma Persoalan Fotokopi
Pengacara Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara (foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengacara Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara menegaskan, ijazah kliennya asli dan telah melalui uji laboratorium forensik baik dari Bareskrim Polri dan berulang di Polda Metro Jaya. Hal itu disampaikan menanggapi Roy Suryo yang mempersoalkan perbedaan ukuran salinan ijazah untuk pendaftaran calon presiden 2014 dan 2019.

Menurutnya, perbedaan tersebut hanya persoalan teknis penggandaan.

“Intinya kan kalau versi Bang Roy Suryo perubahan ukuran tidak proporsional. Tapi kalau dari kami, sebagai pihak penyerah ijazah, kami yakini itu hanya persoalan fotokopi,” ujarnya dalam program Rakyat Bersuara bertema 'Salinan Ijazah Lengkap, Babak Baru Terungkap?' di iNews, Selasa (17/2/2026).

Dia menambahkan, dokumen tersebut telah diperiksa aparat penegak hukum.

“Sudah dilakukan uji labfor (laboratorium forensik), waktu di Bareskrim sudah diambil, sudah diuji labfor, kemudian di Polda juga diulang,” katanya.

Menurut Rivai, hasil penelusuran justru menguatkan bahwa tidak ada persoalan pada substansi ijazah. Dia menyebut, dari sejumlah dokumen yang tersimpan di beberapa kantor KPU, isinya identik.

“Tidak ada persoalan substansi ya. Yang tanda tangan rektornya masih sama, NIM-nya Pak Jokowi masih sama, dekan yang tanda tangan masih sama. Jadi substansi sama,” katanya.

Rivai juga menyinggung legalisasi ijazah yang telah dilakukan sejak lama. “Fakta legalisir membuktikan bahwa ijazah ini pernah disahkan, dilegalisir, bahkan secara berulang-ulang sejak tahun 2005 sampai Pilpres,” ujar dia.

Sebelumnya, pakar telematika Roy Suryo membeberkan perbedaan ukuran dua salinan ijazah Jokowi yang dipakai untuk mendaftar calon presiden 2014 dan 2019. Salinan ini didapat dari Komisi Pemilihan umum (KPU).

Dia menjelaskan, salinan ijazah untuk pencapresan 2014 sudah cacat ukurannya atau tidak sesuai ukuran ijazah sebenarnya.

"Ini salinan ini seharusnya kalau KPU melakukan autentikasi, bahkan identifikasi, harusnya ditolak ini, nggak bisa diterima begitu saja, karena ini nggak sesuai ukurannya," ujar Roy dalam program yang sama.

Kemudian, Roy Suryo memperlihatkan salinan ijazah Jokowi untuk pencapresan 2019. Ukuran untuk 2019 ini lebih besar daripada yang 2014. "Ini lebar, ini yang benar, ini ukuran ijazah yang sebenarnya," kata Roy.

Menurut Roy, soal ukuran ini krusial. Apabila ukuran ini tidak sesuai format yang benar maka seharusnya tidak diterima oleh KPU.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut