Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : UBK Ungkap Ketua BEM FH Terima Rp20 Juta, Diserahkan Lewat Oknum Polisi
Advertisement . Scroll to see content

UBK Sebut Ketua BEM FH Terima Uang Rp20 Juta dari Senior, Diserahkan Lewat Polisi

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:21:00 WIB
UBK Sebut Ketua BEM FH Terima Uang Rp20 Juta dari Senior, Diserahkan Lewat Polisi
UBK menyebut Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin mengakui telah menerima uang Rp20 juta (foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Universitas Bung Karno (UBK) menyebut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin mengakui telah menerima uang Rp20 juta terkait aksi unjuk rasa pada Senin (15/6/2026) lalu. Abdi menyebut uang itu didapatkan dari alumni atau senior UBK.

"Dia (Abdi) sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian," ujar Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, Selasa (23/6/2026).

Dalam pengakuan yang sama, kata Daniel, Abdi juga membagikan uang itu ke sejumlah mahasiswa. Beberapa di antaranya termasuk pengurus BEM Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi di UBK.

"Dari pengakuan beliau, uang tersebut diserahkan kepada beberapa mahasiswa atau pengurus BEM Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi, serta beberapa mahasiswa lainnya," tambah Daniel.

UBK dalam hal ini akan memeriksa ulang siapa-siapa saja yang terlibat termasuk saksi-saksi yang mengetahui. UBK juga membentuk tim investigasi guna memberikan sanksi kepada mereka yang terlibat.

"Dalam proses ini kami akan menyelidiki dan meminta keterangan dari beberapa mahasiswa. Setelah itu kami akan menjatuhkan sanksi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra merespons soal pengakuan mahasiswa UBK yang menerima uang setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Senin (15/6/2026). Sebagai mantan aktivis, Yusril mengaku prihatin dengan adanya kejadian itu.

Namun, di satu sisi dia juga mengapresiasi mahasiswa UBK yang telah jujur kepada publik terkait kesalahan yang sudah dilakukan. 

“Sebagai mantan aktivis mahasiswa, saya sangat prihatin dengan kejadian itu Tapi ya kita menghargai juga mereka berterus terang, mengakui kesalahan dan kemudian meminta maaf, supaya hal-hal semacam itu tidak terjadi,” kata Yusril di kantor Ombudsman, Selasa (23/6/2026).

Dia mengaku sangat mendukung gerakan mahasiswa termasuk kebebasan berekspresi mereka. Menurut Yusril, gerakan mahasiswa adalah gerakan hati nurani dan moral yang dilakukan.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut