Tsunami Nyaris 1 Meter Terjang Wilayah Sulut usai Gempa Filipina M7,7
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memastikan gempa M7,7 yang berpusat di Mindanao, Filipina, bukan berasal dari zona megathrust. Gempa tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina.
“Gempabumi ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina. Memang untuk data dari Pusat Gempa Nasional, wilayah Laut Filipina ini sudah tidak masuk dalam zona Megathrust, dan ini adalah zona subduksi,” kata Wijayanto.
Wijayanto sebelumnya menyampaikan BMKG terus memantau kondisi tsunami sebelum mengakhiri peringatan dini. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi telah aman.
“Kami akan terus memonitor sampai kondisi dirasa aman sebelum mengeluarkan pengakhiran peringatan dini,” katanya.
- Talengan, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara — 0,75 m (08:20 WIB)
- Paleleh, Sulawesi Tengah — 0,45 m (07:34 WIB)
- Melonguane, Kepulauan Talaud — 0,32 m (07:27 WIB)
- Tanjung Sidupa — 0,32 m (07:39 WIB)
- Tahuna — 0,30 m (06:58 WIB)
- Bitung — 0,29 m (07:51 WIB)
- Ulu Siau, Sitaro — 0,18 m (07:27 WIB)
- Ternate — 0,14 m (07:51 WIB)
- Loloda, Halmahera Barat — 0,09 m (07:20 WIB)
Editor: Donald Karouw