Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla hingga ISPA saat Kemarau Panjang
Advertisement . Scroll to see content

Titik Panas Masih Terdeteksi di Indonesia, Malaysia hingga Papua Nugini

Minggu, 11 Agustus 2019 - 05:00:00 WIB
Titik Panas Masih Terdeteksi di Indonesia, Malaysia hingga Papua Nugini
Petugas Manggala Agni bersama anggota TNI memadamkan kebakaran lahan di Desa Muara Baru, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (10/8/2019). (Foto: Antara/Ahmad Rizki Prabu).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat utk tetap terus mewaspadai sebaran titik panas guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Berdasarkan hasil pemantauan selama seminggu terakhir (2–9 Agustus 2019) BMKG mengidentifikasi terdapat 7.540 titik panas di seluruh wilayah Asia Tenggara dan Papua Nugini.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Prabowo menuturkan, informasi titik panas tersebut diperoleh dari hasil analisis BMKG berdasarkan citra Satelit Terra Aqua MODIS (NOAA) dan Satelit Himawari-8 (JMA).

Peningkatan jumlah titik panas ini menurutnya diakibatkan kondisi atmosfer dan cuaca yang relatif kering sehingga mengakibatkan tanaman menjadi mudah terbakar. Kondisi cuaca tersebut perlu diperhatikan, agar tidak memperparah kalau terjadi kebakaran.

”Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya indikasi tren peningkatan jumlah titik panas di berbagai wilayah ASEAN. Terpantau mulai tanggal 3 Agustus 2019 sebanyak 1.025 titik meningkat menjadi 1.139 titik pada tanggal 4 Agustus 2019,” ujar Prabowo, Sabtu (10/8/2019).

Dia mengatakan, jumlah titik panas masih meningkat hingga 7 Agustus 2019 sebanyak 1.585 titik. Kemudian terjadi penurunan titik panas pada 8 Agustus 2019 sebanyak 1.178 titik. Sementara, peningkatan jumlah titik panas kembali terjadi pada 9 Agustus 2019 sebanyak 2.002 titik.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut