Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Matinya Kepakaran Viral di Threads gegara Dokter Vs Netizen Debat GERD Tidak Sebabkan Sakit Jantung!
Advertisement . Scroll to see content

TikTok Live Dimatikan, Netizen: Kek Mana Kami Jualan Kalau Live Dimatikan?

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 22:41:00 WIB
TikTok Live Dimatikan, Netizen: Kek Mana Kami Jualan Kalau Live Dimatikan?
TikTok Live Dimatikan, Netizen: Kek Mana Kami Jualan Kalau Live Dimatikan?
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id  -  Akun Instagram @Benni_Sitxxx mengunggah video sindiran keras terhadap kebijakan pemblokiran fitur live streaming di TikTok. Menurutnya, kebijkan tersebut merugikan para pelaku Affiliate yang selama ini menggantungkan penjualan barang dari fitur Live TikTok.

"Oy kau pemerintah, kayak gini cara kau rupanya. Dimatikan fitur live di TikTok. Makin banyak uangmu. Kalian duduk-duduk saja, kami harus bekerja. Kek mana kami nanti bayar pajak sama kalian. Janganlah dimatikan, biar kami makin banyak bayar pajak ke kalian. Biar makin banyak uang kalian,” ucap Benni d akun Instagram miliknya, Sabtu (30/8/2025) malam.

Unggahan ini mendapat perhatian luas dari warganet karena dianggap mewakili keresahan banyak kreator konten yang selama ini mengandalkan TikTok Live untuk menghasilkan pendapatan.

Sejumlah netizen pun ikut menyuarakan keluhan serupa. Seperti akun @emypaxxx yang menanyakan bagaimana mereka mendapatkan uang, jika Live ditiadakan.

"Kek mana kami jualan, live dimatikan? Nanti akhir bulan datang tagihan pajak kalian, kek mana kami bayar?,” ujarnya.

Sementara itu, akun @winaldxxx juga menambahkan ungkapan emosional kesedihan jika fitur itu tetap ditangguhkan apalagi dalam waktu yang lama.

"Nangis kali sama UMKM yg bergantung di live TikTok."

Komentar-komentar tersebut menggambarkan keresahan para pelaku usaha kecil dan kreator konten yang menggantungkan pemasukan dari aktivitas siaran langsung di TikTok. Banyak yang menilai, jika fitur tersebut benar-benar dimatikan, dampaknya akan langsung terasa pada pendapatan sehari-hari mereka.

Di sisi lain, ada warganet yang menilai langkah pemerintah mungkin dilakukan untuk mengendalikan arus informasi di tengah kondisi sosial yang sedang memanas. Meski begitu, kritik justru semakin deras, karena kebijakan ini dinilai lebih merugikan masyarakat kecil ketimbang memberikan solusi.

Hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak pemerintah maupun TikTok mengenai alasan spesifik penghentian fitur ini. Namun, kontroversi di media sosial kian memanas, menunjukkan bahwa kebijakan digital tidak hanya berdampak pada teknis platform, tetapi juga menyentuh langsung aspek ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup di ruang digital.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut