Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Detik-Detik Mobil Ugal-ugalan Tabrak Motor di Menteng, Korban Diminta Lapor Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap, Salah Satu Korban Tabrak Lari di Nagreg Masih Hidup saat Dibuang ke Sungai Serayu

Kamis, 10 Maret 2022 - 17:53:00 WIB
Terungkap, Salah Satu Korban Tabrak Lari di Nagreg Masih Hidup saat Dibuang ke Sungai Serayu
Salah satu korban tabrak lari di Nagreg ternyata masih hidup saat dibuang Kolonel Priyanto ke Sungai Serayu. (Foto Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kolonel Priyanto, pelaku tabrak lari sejoli di Nagreg, Bandung, Jawa Barat telah menjalani sidang dakwaan di Oditur Militer Tinggi II Jakarta pada Selasa (8/3/2022). Dari sidang tersebut terungkap fakta salah satu korban bernama Handi masih hidup saat dibuang ke Sungai Serayu.

Selain itu terungkap anak buah Kolonel Priyanto bernama Kopda Andreas panik usai tabrakan terjadi karena dirinya yang mengemudikan mobil. Dia memohon agar Kolonel Priyanto membawa sejoli tersebut ke rumah sakit atau ke puskesmas untuk diselamatkan. 

Sambil memohon, Kopda Andreas meminta belas kasihan agar tidak ikut terseret dalam kasus ini. Diketahui Kopda Andreas bersama Kolonel Priyanto dan Koptu Ahmad Soleh berada dalam satu mobil yang menabrak sejoli Handi dan Salsa.

"Saksi kedua berkata, izin bantu saya Pak, saya punya anak dan istri," ujar Oditur Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Sus Wirdel Boy menirukan ucapan Koptu Ahmad Soleh dikutip Kamis (10/3/2022).

Selama perjalanan, keresahan makin menyelimuti hati dan pikiran Tamtama Tingkat 2 itu. Akhirnya, Kolonel Priyanto mengambil alih kemudi. 

Sekitar 1 jam perjalanan, ketiganya melewati Puskesmas Limbangan di bilangan Sukabumi. Namun, bukannya memarkirkan mobilnya, puskesmas itu justru dilewati begitu saja. 

"Terdakwa menolak dan mengatakan sudah ikutin perintah, saya yakin keduanya sudah meninggal," ucapnya.

Sedangkan, hal itu bertentangan dengan kesaksian warga yang menyatakan Handi sebenarnya masih hidup saat diangkut dari kolong mobil. Laki-laki 18 tahun itu masih bernapas dan meringis kesakitan. 

Namun, untuk Salsabila sesaat setelah kecelakaan langsung menghembuskan napas terakhir. Hal itu dibuktikan ketika nadi gadis belasan tahun ini tak berdenyut saat dikrosecek. 

"Salsabila telah meninggal dunia karena sempat memegang perut, tangan dan cek urat nadi tidak bergerak, pernapasan dari mulut tidak ada dengan kepala luka pada bagian samping dah belakang. Saksi melihat saudara Handi Saputra dalam keadaan hidup karena masih bernapas," tuturnya.

Setelah Andreas tenang, Priyanto kembali meminta mantan bawahannya itu mengemudikan mobil. Yang bersangkutan menyopiri hingga tiba di aliran Sungai Serayu, Jawa Tengah lokasi kedua korban dibuang.

Akibat dibuang ke aliran Sungai Serayu tersebut Handi meninggal dunia. Kondisi Handi yang dinyatakan hidup saat dibuang ke sungai diperkuat bukti medis berupa hasil autopsi tim dokter forensik pada laporan Visum et Repertum.

"Pemeriksaan terhadap jenazah Handi Saputra ditemukan fakta-fakta sebagai berikut. Pada bagian tenggorokan ditemukan pasir halus menempel di dinding rongga tenggorokan," katanya. 

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut