TBC Mengganas di Indonesia, Menkes Budi Gunadi: Setiap 4 Menit Satu Orang Meninggal
JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait kasus Tuberculosis (TBC) di Indonesia. Dia menyebut Indonesia kini menjadi negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak kedua di dunia.
Pernyataan itu disampaikan Budi melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, dia mengatakan satu orang Indonesia meninggal dunia akibat TBC setiap empat menit sekali.
“Setiap empat menit, satu orang Indonesia meninggal karena TB. Jangan-jangan kamu calon salah satu. Indonesia itu ranking nomor dua dunia paling banyak penderita TB-nya,” kata Budi dikutip Sabtu (23/5/2026).
Dilansir dari laman resmi Kemenkes jumlah kasus TBC di Indonesia tercatat mencapai lebih dari satu juta kasus setiap tahun. Meski demikian, Budi menilai meningkatnya angka temuan kasus juga menjadi pertanda baik karena semakin banyak penderita yang berhasil terdeteksi.
Menurutnya, deteksi dini sangat penting agar pemerintah dapat memberikan edukasi sekaligus pengobatan lebih cepat kepada masyarakat sebelum kondisi pasien semakin parah.
“Di satu sisi ini berita sedih, di sisi lain ini berita baik. Artinya penderita TB sudah berhasil kita temukan, tinggal kita obati,” ucapnya.
Budi menjelaskan lima gejala TBC yang wajib diwaspadai masyarakat. Gejala tersebut meliputi batuk terus-menerus lebih dari dua minggu, berat badan turun tanpa diet, tubuh berkeringat meski berada di ruangan dingin, badan terasa lemas, hingga hilangnya nafsu makan.
“Sekarang gimana cara nontonnya? Kenali lima tandanya. Satu, batuknya produktif atau terus-menerus lebih dari dua minggu, dua berat badan kita turun tapi nggak diet, (tiga) padahal kita pakai AC pun malam-malam keringetan. Empat, badannya lemas terus, kelima nafsu makannya hilang,” kata Budi.
Dia mengimbau masyarakat agar segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas, apabila mengalami gejala tersebut selama dua minggu atau lebih. Menurutnya, TBC bukan penyakit kutukan dan masih bisa disembuhkan apabila pasien rutin mengonsumsi obat hingga tuntas.
“Kalau kamu atau keluarga kamu mengalami hal-hal seperti ini selama dua minggu atau lebih, jangan tunggu, langsung ke Puskesmas sudah ada cek kesehatan gratis. TB itu bukan kutukan, ini hanya infeksi bakteri saja dan bakteri itu bisa diobati oleh obat-obat ini. Asal diminum sampai tuntas sampai habis,” katanya.
Editor: Dani M Dahwilani