Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gedung MUI 40 Lantai di Bundaran HI akan Dibangun dari Nol, Berapa Anggarannya?
Advertisement . Scroll to see content

Tanda Tangani Ta'limatul Hajj, Indonesia Siap Berangkatkan 241.000 Jemaah Haji 2024

Selasa, 09 Januari 2024 - 10:50:00 WIB
Tanda Tangani Ta'limatul Hajj, Indonesia Siap Berangkatkan 241.000 Jemaah Haji 2024
Indonesia siap memberangkatkan 241.000 jemaah haji 2024 usai menandatangani Ta'limatul Hajj. (Foto: Kemenag)
Advertisement . Scroll to see content

JEDDAH, iNews.id - Pemerintah Indonesia menandatangani kesepakatan perhajian atau Ta'limatul Hajj bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk musim haji 1445 H atau 2024. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabiah di Jeddah, Arab Saudi.

"Kita menyepakati beberapa hal dengan pihak Arab Saudi. Salah satunya, jumlah jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan sebanyak 241.000 orang," ujar Yaqut, Senin (8/1/2024). 

Dia mengatakan, jumlah ini terdiri dari 221.000 jemaah kuota normal dan 20.000 kuota tambahan yang telah disetujui Raja Arab Saudi. "Jumlah kuota ini terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia," tutur dia. 

Pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota 231.000 jemaah. Jumlah ini berkurang menjadi hanya 100.051 jemaah pada 2022 karena pandemi Covid-19. 

Sementara pada penyelenggaraan haji 2023, Indonesia mendapat kuota 229.000 jemaah. Selain bertambahnya jumlah kuota, ada beberapa peningkatan layanan perhajian yang disepakati dalam Ta'limatul Hajj. 

"Alhamdulillah beberapa permintaan kita untuk pelayanan haji yang lebih baik, telah disanggupi oleh Pemerintah Arab Saudi," kata Menag.

"Misalnya tentang penempatan jemaah di Mina. Kita bisa menentukan posisi tenda jemaah yang lebih dekat dengan jamarat, selama pelaksanaan kontrak dilakukan lebih cepat," ujarnya. 

Pemerintah Arab Saudi juga memberikan kebebasan kepada Pemerintah Indonesia untuk memilih penyedia layanan (syarikah) saat puncak haji. "Tidak harus syarikah ini atau syarikah itu, Indonesia diberikan kebebasan memilih. Ini membuka peluang untuk memilihkan penyedia layanan yang terbaik bagi jemaah haji Indonesia," kata Gus Men.

"Ini inovasi yang sangat luar biasa yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi," kata dia. 

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah menyatakan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. 

"Kami sangat berbahagia dan merasa tersanjung dapat menjadi pelayan jemaah haji dari seluruh dunia, terutama jemaah haji Indonesia. Kami juga selalu terbuka untuk berdiskusi demi perbaikan-perbaikan layanan bagi para dhuyufurrahman," ujar Tawfiq. 

Selain penandatanganan Ta'limatul Hajj, Menag juga dijadwalkan akan menghadiri Muktamar Perhajian serta melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1445 H atau 2024. 

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut