Sutradara Erza Minta Maaf usai Tersandung Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting Film
JAKARTA, iNews.id – Sutradara film Erza menyampaikan permintaan maaf setelah namanya terseret dalam kasus dugaan pelecehan seksual berkedok casting film yang viral di media sosial.
Polemik ini bermula dari pengakuan seorang remaja perempuan berusia 17 tahun bernama Adine yang mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat mengikuti proses casting. Cerita tersebut diunggah di platform X dan langsung viral.
Menanggapi tudingan yang mengarah kepadanya, Erza akhirnya angkat bicara melalui akun Instagram pribadinya, @officialerzaa, pada Senin (23/2/2026). Dalam pernyataannya, dia tak hanya memberikan klarifikasi, tetapi juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Atas nama pribadi, saya mohon maaf bila sudah membuat kegaduhan di media sosial," kata Erza dalam unggahannya.
Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting Film yang Viral di Medsos
Erza mengakui kasus ini telah menimbulkan kegaduhan dan perdebatan di ruang publik. Dia menyebut pihaknya berupaya proaktif menanggapi berbagai komentar yang masuk, termasuk membalas sejumlah pertanyaan di Instagram.
Viral Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting Film, Korban 17 Tahun!
Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa film yang tengah digarapnya bergenre gore, action, dan thriller dengan sejumlah adegan sensitif. Menurut dia, sejak awal pihaknya telah memberikan penjelasan detail kepada para talent terkait adegan yang akan diperankan, termasuk bentuk sentuhan di area tubuh tertentu.
Erza juga mengklaim telah mempersilahkan peserta casting untuk didampingi orang tua atau keluarga saat proses seleksi berlangsung secara offline. Dia menegaskan bahwa setiap talent diberikan pilihan untuk bersedia atau tidak mengambil peran tersebut.
Meski demikian, Erza berharap polemik ini tidak terus berkembang. "Saya berharap cukup sampai di sini saja. Berita-beritanya sudah cukup viral," ujarnya.
Sementara itu, kasus dugaan pelecehan seksual berkedok casting film masih menjadi perhatian publik dan memicu perbincangan luas di media sosial.
Editor: Muhammad Sukardi