Suara Kritis Bukan Ajang Keren-Kerenan, Rian Fahardhi: Itu Hak Dasar Manusia
JAKARTA, iNews.id - Kreator konten, Rian Fahardhi menilai, suara kritis dari anak muda bukanlah ajang untuk keren-kerenan. Baginya, suara kritis merupakan hak dasar atau fundamental seorang manusia dan warga negara.
Hal ini diungkapkan Rian saat menjadi pemateri dalam dialog di iNews Media Group Campus Connect bertajuk Creatorverse di Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, Rabu (26/11/2025).
"Jadi tidak ada yang keren sebenarnya dari bersuara. Tidak ada yang keren sebenarnya dari mengkritik. Tidak ada yang keren. Karena itu hak dasar, hak fundamental yang harus teman-teman punya sebagai manusia yang punya akal, manusia yang diberkahi kesempatan untuk menjadi warga negara di negeri yang demokrasi ini," ujar Rian.
Untuk itu, Rian sengaja membuat konten literasi politik di akun media sosialnya. Dengan medsos, dia menilai literasi politik dapat menjangkau luas generasi muda.
Informasi Sesat Masih Beredar, Angela Tanoesoedibjo Ungkap Kunci Lawan Hoaks
"Karena kita tidak hanya bicara tentang satu generasi kan, tapi ini tentang estafet generasi. Konten hari ini itu jadi jejak yang akan ditonton oleh generasi-generasi ke depan," ucap Rian.
Lebih lanjut, Rian menepis anggapan bahwa anak muda masa kini bersikap apatis terhadap politik. Dia menilai, kepedulian itu ada tetapi perlu pendekatan yang relevan dengan keseharian mereka.
"Saya ingin bilang bahwa politik itu sebenarnya masalah sehari-hari. Hal-hal kecil sebenarnya kita nggak bisa lepas dari politik. Mulai dari es kopi susu gula aren yang kita beli, kemudian transportasi kita, jarak yang kita ambil, itu nggak bisa lepas dari politik," ujar Rian.
Rian menegaskan bahwa inti dari menyuarakan pendapat bukanlah semata-mata untuk mengubah kebijakan secara instan, melainkan untuk membangun kembali kesadaran publik akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Editor: Reza Fajri