Struktur Resensi, Pengertian, Tujuan, Ciri-ciri dan Contohnya
JAKARTA, iNews.id - Struktur resensi biasanya dapat kita lihat pada awal perkenalan dari suatu buku. Agar semakin paham, ini pengertian, tujuan dan contohnya.
Menurut KBBI melansir buku ‘Ajar Bahasa Indonesia untuk Kelas XI SMK” terbitan NEM, resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku, pendapat atau pertimbangan redaksi tentang hasil kesenian, kesusastraan, dan sebagainya.
Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda “resentie” yang artinya kupasan/pembahasan. Jadi, teks resensi adalah teks yang berisikan tentang informasi yang membahas, mengulas dan memberi pertimbahan mengenai hak cipta orang lain tentang keunggulan, kelemahan dan kelayakan buku untuk dibaca.
3 Contoh Resensi Buku Nonfiksi Singkat, Lengkap Tujuan dan Langkah Membuatnya
-Identitas karya (Buku: judul buku, penulis, tahun terbit, penerbit. Film: judul film, penulis, sutradara)
-Garis besar isi
-Kesimpulan
-Keterbacaan
-Kecocokan terhadap pembaca/pemirsa
-Identitas karya (Buku: judul buku, penulis, tahun terbit, penerbit. Film: judul film, penulis, sutradara)
-Sinopsis
-Kesimpulan
-Keterbacaan
-Kecocokan terhadap pembaca
- Struktur teks lengkap dan urut
- Berisi penilaian yang objektif atas sebuah karya
-Bahasa ilmiah
RESENSI 1
Buku Nonfiksi
Identitas Buku:
- Judul buku: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
- Pengarang: Mark Manson
- Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
- Tanggal Terbit: 20 Februari 2005
- ISBN: 9786024526986
- Tebal halaman: 256 halaman
- Lebar 14.0 cm
- Panjang 21.0 cm
Sinopsis Buku:
Apapun masalahnya, konsepnya sama: selesaikan masalah, lalu berbahagialah. Sayangnya bagi banyak orang, rasanya hidup tidak sesederhana itu. Itu karena mereka menghadapi masalah dengan paling tidak satu dari dua cara berikut: penyangkalan atau mentalitas korban.
Isi Resensi :
Buku ini menceritakan seorang Charles Bukowski seorang pecandu alkohol senang bermain perempuan, penjudi kronis, kasar, kikir dan tukang utang. Ia bercita-cita menjadi seorang penulis.
Karya Bukowski selalu ditolak oleh hampir setiap majalah, tetapi hal tersebut tidak membuatnya menyerah ia tetap menulis dan membuat puisi. Sehingga dengan pengalamannya ia memiliki sikap bodo amat.
Dalam bukunya yang berisi makna cuek yang bukan berarti tidak peduli terhadap apapun, Charles Bukowski gambaran sederhana untuk mengarahkan kembali ekspektasi hidup dalam memilih apa yang penting karena pada intinya hidup hanyalah rentetan masalah yang tidak ada ujungnya.
Kelebihan Buku:
Melalui karakter tokoh Charles Bukowski yang kuat dan gigih, kita mendapat makna tersendiri untuk bersikap cuek, dan tetap bahagia menatap masalah yang sedang dialami.
Kekurangan buku:
Meskipun judulnya seolah memberi kesan tentang kiat-kiat cuek disini menggambarkan seorang pejuang yang meraih impian dengan segala rintangan.
Nah, berikut struktur resensi serta penjelasan lengkapnya. Semoga dapat menambah pengetahuan kalian. Selamat belajar!
Editor: Puti Aini Yasmin